advertisement

Fakta di Balik 5 Mitos yang Terdapat di Jagung Manis

Berikut ini fakta di balik dari 5 mitos yang terdapat di jagung manis

judi

FENOMAGZ – Sering menikmati jagung manis? Anda tentu tak ragu dengan lezatnya rasa jagung yang satu ini. Namun, banyak orang yang percaya bahwa jagung manis buruk bagi kesehatan.

Baca juga: Bercinta Di Pagi Hari? Coba 5 Posisi Seks Ini!

Berikut ini fakta di balik dari 5 mitos yang terdapat di jagung manis:

Mitos: Kebanyakan jagung manis pasti mengalami modifikasi genetika

Orang kadang salah mengira jagung manis dengan jagung ladang yang digunakan untuk membuat sirop atau gula jagung. Sementara jagung ladang yang digunakan untuk produksi memang dimodifikasi secara genetik, jagung manis tidak mengalaminya. Tahun ini pemerintah Amerika bahkan menetapkan aturan untuk tidak memodifikasi jagung manis untuk konsumsi, sama sekali. Jika Anda masih belum yakin, Anda bisa menanyakan pada petani tempat Anda membeli jagung.

Mitos: jagung bisa membuat gemuk dan mengandung banyak gula

Faktanya, jagung manis memiliki jumlah kalori yang sama dengan sebuah apel. Sementara kadar gula yang dikandungnya hanya 1/4 dari apel. Dengan kata lain, jagung bisa jadi salah satu pilihan makanan diet Anda. Namun perhatikan cara Anda memakannya. Membakar jagung dan menambahkan banyak gula di atasnya jelas bisa membuat Anda gemuk.

Mitos: memasak jagung akan mengurangi nutrisinya

Bedanya dengan masakan lain, zat anti oksidan yang ada dalam jagung justru akan meningkat saat Anda memasaknya. Anti oksidan pada jagung ini bisa membantu Anda mencegah kanker dan penyakit jantung.

Mitos: jagung tak punya manfaat kesehatan

Dari mana Anda mendengar mitos ini? Jagung tentu memiliki manfaat kesehatan. Jagung manis kaya akan lutein dan zeaxanthin, dua zat kimia yang menyehatkan tubuh. Selain itu, setongkol jagung juga memberikan 3 gram serat yang bagus dikonsumsi saat Anda berdiet.

Mitos: cara terbaik memilih jagung adalah dengan melihat warna bijinya

kesegaran jagung lebih utama dibandingkan dengan warnanya. Jadi, tak masalah jika jagung memiliki warna yang muda, tua, atau campuran. Jika Anda ingin memilih jagung, coba perhatikan rambut jagungnya. Jangan memilih jagung dengan rambut yang kering dan daun penutup yang berlubang-lubang. Itu menunjukkan adanya serangga yang masuk. Pilih juga jagung dengan biji yang segar dan terlihat mengandung air. (fmz/bb)

Comments
Loading...