Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Belakangan banyak beredar saran atau informasi mengenai mitos makanan sehat yang padahal belum tentu benar adanya

 

FENOMAGZ – Fenomen sering mendengar atau mendapatkan pesan tentang fakta maupun mitos soal makanan sehat? Jika ya, sebaiknya Anda jangan cepat percaya karena belum tentu mitos tentang makanan tersebut benar adanya.

Belakangan memang banyak beredar saran dan informasi mengenai mitos makanan sehat, baik itu di media sosial maupun dari mulut ke mulut. Padahal menurut beberapa hasil penelitian nutrisi, informasi tersebut tidaklah bisa seluruhnya dipercaya.

Salah informasi bisa saja membuat orang malah justru mengonsumsi makanan yang sebenarnya tidak sehat. Lalu, apa saja mitos-mitos makanan sehat yang banyak beredar dan masih banyak diyakini orang? Berikut uraiannya.

1.Kuning telur tidak baik

Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Tentunya Anda sering mendengar bukan informasi mengenai kuning telur mengandung kolesterol yang tinggi? Fenomen, perlu Anda ketahui bahwa lemak jenuh dan lemak trans punya pengaruh lebih besar meningkatkan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan makanan yang berkolesterol.

Telur terutama kuningnya memang tinggi akan kolesterol, namun kuning telur juga mengandung lemak jenuh yang rendah. Banyak riset menyebutkan bahwa telur adalah makanan yang sehat dan tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol atau risiko penyakit jantung.

2.Kopi membuat dehidrasi 

Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Banyak yang mengetahui bahwa minum kopi tidak baik untuk kesehatan. Kopi bersifat diuretik yang memicu produksi urin. Walaupun sebenarnya, kopi juga punya banyak kandungan air.

Namun jika kopi diminum secara berlebihan, tentu saja akan memicu produksi urin. Jika Anda ingin minum kopi namun tetap dalam batas normal, minumlah kopi 2-3 cangkir kopi sehari.

  1. Gula alami berbeda dengan gula buatan

Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Pada tingkat molekuler, gula di dalam apel sama dengan sesendok gula pasir. Pemecahan gula dalam tubuh mungkin berbeda karena ada kombinasi dengan nutrisi lain, tapi gula tetap ada.

Pilihan gula di dalam buah utuh akan lebih baik karena ada serat yang membantu proses pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah. Akan tetapi, jika Anda minum jus, sirup maple atau madu, badan akan bereaksi sama dengan mengonsumsi gula tidak sehat seperti di dalam minuman bersoda.

  1. Makanan organik selalu sehat

Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Tentunya semua orang tahu bahwa segala yang berlebihan tentulah tidak baik. Biskuit, keripik, dan permen organik mengandung kadar gula, lemak, dan kalori yang sama seperti versi non organik.

Versi organik memang lebih rendah paparan kimia. Namun, produksi konvensional pun masih aman karena juga dipantau untuk memastikan residu pestisida tetap dibawah batas wajar.

  1. Margarin lebih baik dari mentega

Ini Mitos Tentang Makanan Sehat Yang Masih Banyak Dipercaya (1)

Sebenarnya, banyak lho margarin yang mengandung lemak trans, yaitu lemak yang lebih buruk dari lemak jenuh yang alami ada di dalam mentega. Dibandingkan dengan margarin, mentega terbuat dari bahan yang sederhana tanpa bahan tambahan.

Namun, tidak semua margarin buruk lho ya. Margarin batangan tidak direkomendasikan karena mengandung minyak terhidrogenasi (lemak trans). Oleh karena itu, pilihlah margarin yang mengandung minyak zaitun dengan lemak nabati yang sehat. (fmz/pm)

 

Baca juga: Part 2

Comments
Loading...