Para Penggemar Seblak Wajib Waspadai Ini

berikut penjelasan tentang seblak

FENOMAGZ – Kerupuk biasanya di goreng, tapi pada jajanan khas Jawa Barat, seblak diolah dengan cara direbus. Menurut Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah, cara mengolah kerupuk dengan direbus pada seblak mirip dengan kulit kerupuk.

Bedanya kerupuk digoreng dan di rebus ya jadi engga kriuk. Sama seperti kerupuk kulit yang oleh orang padang di goreng, tapi kalau orang Yogyakarta menjadi krecek.

Baca juga: 5 Dampak Aneh Tapi Nyata Yang Terjadi Usai Bercinta

Hardinsyah menjelaskan bahan dasar kerupuk yang berupa tepung tapioka kemudian di tambah bumbu seperti garam, gula atau bawang putih serta udang atau ikan. “Cuma terkadang ada yang menambahkan bleng atau boraks agar lebih kenyal dan awet. Padahal itu tidak di sarankan.”

Bleng merupakan nama pasar untuk bahan kimia yang disebut dengan boraks atau natrium tetraborat. Penggunaan boraks pada pangan dilarang sesuai dengan peraturan menteri kesehatan nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Terkait broadcast viral tentang kasus anak yang alami peradangan usus buntu akibat mengkonsumsi kerupuk kenyal dalam seblak, Jardinsyah, menyarankan kepada pemerintah setempat atau dinas kesehatan terkait untuk menanyakan dimana anak biasa membeli seblak.

Usus buntu, kata pria yang juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia ini, penyebabnya kompleks. “usus buntu itu bukan kejadian akibat mengkonsumsi semalam atau seminggu yang lalu. Tidak tahu juga anak ini makan seblak setiap hari atau bagaimana.”

Broadcast ini tentu saja membuat banyak penggemar seblak khawatir. Asalkan kerupuk yang di gunakan aman serta frekuensi makan seblak tidak sering. Boleh-boleh saja mengkonsumsinya.

Biasakan juga makan beragam, misalnya saat makan seblak pilih yang ada sayur. Sehingga ada serat serta karbohidrat di dalamnya. Bisa juga, siang makan seblak nanti malam makan buah serta sayur. Jangan lupa juga untuk banyak minum, karena cairan membantu pencernaan menjadi lancar. (fmz/bb)

Comments
Loading...