Waspada! 4 Kebiasaan Menyimpan Makanan Ini Ternyata Berbahaya

Berikut ini 4 kebiasaan menyimpan makanan yang ternyata berbahaya

FENOMAGZ – Punya hobi memasak? Sebagai seorang juru masak andalan di rumah, penting untuk memperhatikan proses penyajian makanan agar aman untuk dikonsumsi oleh semua anggota keluarga. Makanan yang awalnya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi bisa saja hilang karena adanya kesalahan dalam menyimpan makanan.

Baca juga: Alasan Mengapa Wanita Yang Mengigit Bibir Bawahnya Terlihat Lebih Seksi Dan Hot?

Dalam beberapa hal, tanpa disadari kita memiliki kebiasaan menyimpan makanan yang ternyata berbahaya. Karena sering dilakukan dan tidak terjadi reaksi yang serius saat mengonsumsinya, kita mengambil kesimpulan bahwa mengolah makanan dengan cara tersebut aman. Karena seringkali dilakukan dan menyebar dari satu orang ke orang lainnya, akhirnya cara itulah yang diklaim sebagai benar.

Berikut ini 4 kebiasaan menyimpan makanan yang ternyata berbahaya:

Sisa makanan yang disimpan dalam lemari pendingin

Dalam satu waktu, makanan yang kita olah ternyata masih tersisa banyak. Atau kita menghadiri sebuah acara keluarga di akhir pekan, dan membawa pulang oleh-oleh makanan yang disajikan dalam acara tersebut. Saat memiliki makanan sisa, kita seringkali menyimpannya dalam lemari pendingin. Tujuannya agar makan tersebut masih bisa dikonsumsi esok harinya.

Sebenarnya tidak masalah menyimpan makanan dalam lemari pendingin. Namun, yang harus diperhatikan adalah berapa lama makanan tersebut diangkat dari kompor (baru matang). Faktanya bakteri dalam makanan mulai muncul dan bahkan tumbuh 2 jam pasca proses memasak. Tidak akan masalah jika kamu menyimpan makanan tersebut, jika makanan tersebut selesai dimasak paling lama setelah 2 jam.

Makanan sisa aman selama tidak berbau

Kebiasaan kita adalah ketika ada makanan sisa, kita akan menganggap makanan itu aman selama tidak berbau. Faktanya, bakteri beracun dalam makanan kita tidak memiliki rasa dan bau. Sebenarnya cara yang aman untuk menyimpan makanan adalah dengan membekukannya saat makan tersebut masih dalam kondisi baik. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, makanan masih baik paling lama dua jam setelah dimasak.

Tanggal kadaluwarsa adalah peringatan keamanan makanan

Tanggal kadaluwarsa memang adalah peringatan batas keamanan untuk mengonsumsi makanan tersebut. Tetapi Bagaimana dengan bahan makanan sisa yang rawan seperti keju ataupun kornet? Faktanya walaupun tanggal kadaluarsa pada makanan tersebut tertera masih satu tahun lagi, namun ketika kita sudah membuka kemasannya, makanan ini akan langsung diincar oleh pasukan bakteri. Untuk jenis makanan ini, kamu tidak bisa menyimpannya terlalu lama. Karena, dalam jangka waktu yang tidak lama lagi dia akan mulai tidak aman. Sekalipun kamu menyimpannya dalam lemari pendingin.

Vegetarian bebas dari masalah makanan

Menurut studi yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit bawaan makanan tersalur melalui makanan daging hewan yang telah terkontaminasi. Namun, melihat lebih jauh lagi penyebab terbesar kontaminasi adalah sayuran hijau. Jadi, walaupun mengandung banyak nutrisi, penyimpanan sayur juga penting untuk diperhatikan.

Kebiasaan kita adalah menyimpan sayuran tanpa mencucinya terlebih dahulu. Walaupun terlihat bersih, namun sayuran mengandung banyak bakteri yang harus kita bersihkan sebelum menyimpannya.

Mencuci sayuran dengan air mengalir adalah kebiasaan yang baik, tetapi jangan mencoba untuk menggosok sayuran dengan keras saat mencucinya. Karena ketika kita menggosok sayur dengan keras, sayuran akan mengeluarkan zucchini yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk sayuran selada dan kubis, membuang bagian sayur paling luar akan lebih baik. Karena, bagian terluar sayur tersebut adalah rumah bagi para bakteri. (fmz/bb)

Comments
Loading...