advertisement

4 Hal yang Memicu Timbulnya Masalah Dalam Hubungan Seks Saat Punya Pasangan Perfeksionis

Berikut ini 4 hal yang memicu masalah

judi

FENOMAGZ – Menurut seorang ahli hubungan sekaligus terapis seks yang berada di Los Angeles, jika Anda atau pasangan Anda memiliki sifat perfeksionis sebenarnya baik, selama bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri sendiri. Namun biasanya kebiasaan perfeksionis ini dapat meluas dan memengaruhi hidup orang lain bahkan dapat mencampuri hubungan asmara Anda.

Baca juga: 5 Jenis Celana Dalam Yang Baik Digunakan Pria

Berikut ini 4 hal yang memicu masalah :

Pasangan perfeksionis sering mempermasalahkan kehidupan seksual

Pasangan perfeksionis terbiasa menjalani hidup sesempurna mungkin. Maka tak jarang, orang dengan sifat perfeksionis juga berusaha mewujudkan kehidupan seks yang sempurna pula. Ini sebabnya, pasangan perfeksionis sering kali memandang pasangan lain memiliki hubungan seks yang lebih baik ketimbang dirinya.

Kebiasaan membanding-bandingkan seperti inilah yang membuat mereka sering mengalami kekecewaan dalam berhubungan. Bisa jadi pasangan Anda menganggap Anda tidak mampu memberikan kepuasan yang sama layaknya pasangan lain. Maka tak heran bila hubungan seksual Anda dengannya sering terasa “hambar” atau bahkan sangat membuat stres, sampai-sampai kedua belah pihak tidak bisa merasa puas.

Banyak menuntut kesempurnaan fisik pasangan

Tidak hanya melulu mempersoalkan bagaimana Anda seharusnya berperilaku di sekitar dirinya, agar Anda berdua terlihat sebagai pasangan sempurna, ia juga bisa mulai menuntut Anda untuk mengubah fisik Anda sesuai standarnya, misalnya ia ingin Anda lebih kurus dan lebih cantik lagi.

Lama-lama hal ini bisa mengubah pandangan Anda terhadap citra tubuh Anda sendiri sehingga merusak kepercayaan diri Anda. Pasalnya, Anda akan terus-terusan menilai dan mempreteli penampilan Anda di depan pasangan agar terlihat sebagai sosok pasangan yang sempurna. Akibatnya, Anda menjadi tidak menikmati momen-momen intim bersama pasangan.

Tekanan yang terus-menerus dilakukan tersebut secara perlahan dapat menurunkan gairah seksual pada wanita. Hal ini semakin membuktikan bahwa disfungsi seksual tidak selalu terjadi akibat ketidakseimbangan hormon atau kimiawi, tetapi juga dorongan psikologis dari pasangan.

Pasangan perfeksionis sering memicu perselisihan

pasangan perfeksionis sementara Anda cenderung lebih santai, maka hubungan asmara Anda berdua bisa jadi akan sering dilanda perselisihan. Apabila tidak segera diselesaikan, keutuhan hubungan asmara Anda berdua bisa terancam.

Ambil contoh, Anda dan pasangan Anda ingin menghadiri sebuah pesta yang dimulai pada pukul 18.00. Pasangan perfeksionis Anda menginginkan Anda untuk tiba di lokasi pukul 17.00, sementara Anda masih ingin bersiap-siap hingga pukul 17.30. Perbedaan pendapat yang sesederhana ini bahkan bisa menimbulkan masalah di antara Anda berdua.

Terlalu perfeksionis memengaruhi cara berkomunikasi dengan pasangan

Orang yang perfeksionis memiliki cara berkomunikasi tersendiri sehingga perlu dimengerti juga oleh orang-orang di sekitarnya. Orang yang perfeksionis cenderung mengatakan atau mendengarkan sesuatu secara lebih detil dan terstruktur. Nah, hal ini bisa jadi menimbulkan salah paham apabila apa yang Anda ucapkan tidak ditangkap dengan makna yang sama dengan pasangan Anda.

Kunci utama penyelesaiannya adalah dengan menerapkan cara berkomunikasi yang tepat dan cocok untuk Anda dan pasangan perfeksionis Anda tersebut. Ini bertujuan untuk menghindari celah kesalahpahaman saat Anda sedang berdiskusi dengannya. Bentuklah gaya komunikasi yang terbuka dan jujur agar hubungan asmara Anda dan pasangan semakin baik ke depannya. (fmz/bb)

Comments
Loading...