advertisement

5 Hal yang Dapat Anda Lakukan Jika Hubungan Anda Tidak Direstui Orang Tua

Berikut 5 hal yang dapat dilakukan jika hubungan Anda tidak direstui

judi

FENOMAGZ – Semua orang tentunya ingin pasangan diterima oleh seluruh anggota keluarga. Lebih baik lagi jika pasangan bisa menjadi bagian keluarga layaknya anak sendiri. Namun hal seperti ini tak selalu bisa terjadi. Seringnya menantu atau calon menantu justru tak akrab dengan mertua.

Baca juga: Fakta Mengapa Pria Menyukai Wanita Berbokong Besar

Ketidaksetujuan orangtua bisa menjadi faktor eksternal yang sanggup mengguncang sebuah hubungan. Dalam banyak kasus, pasangan memutuskan untuk berpisah karena tak adanya restu dari orangtua. Para orangtua bisa menunjukkan ketidaksukaan terhadap calon pilihan sang anak secara halus maupun terang-terangan. Sementara kita tidak ingin merasa seperti dipaksa untuk memilih satu di antara dua pihak yang sama-sama penting.

Berikut 5 hal yang dapat dilakukan jika hubungan Anda tidak direstui:

Coba untuk menilai situasi secara objektif

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu kenapa orangtua tidak menyukai pasangan. Bisa jadi mereka memiliki alasan yang kuat. Tetapi bisa juga orangtua hanya bersikap berlebihan.

“Jika keluarga Anda tidak ingin melihat kalian bersama, memberi tahu Anda mereka tidak suka pasangan Anda, atau hanya mau menemui Anda, berarti ada yang salah,” tutur Tina B. Tessina, ahli psikoterapi dan penulis buku How to be Happy Partners: Working it out Together. “Mungkin Anda memiliki keluarga yang negatif atau mungkin pasangan Anda yang jadi masalah. Mundurlah sejenak dan lihat secara objektif siapa pasangan Anda di mata keluarga.”

Jangan mau dimanipulasi

Orangtua bisa mempengaruhi atau bahkan memaksa anaknya untuk meninggalkan pasangan. Sementara pasangan pun bisa memanipulasi dengan cara tertentu. Keduanya merupakan tindakan yang jauh dari penyelesaian masalah dengan kepala dingin.

“Seorang pasangan bisa memanipulasi Anda untuk memandang anggota keluarga dengan cara berbeda lewat komentar kritis, sindiran, maupun tuduhan,” tutur penasihat hubungan dan medium psikis Melinda Carver. “Jika Anda merasa opini terhadap anggota keluarga mulai berubah gara-gara pasangan, tanyalah kepada diri sendiri apakah Anda memandang mereka melalui kacamata pasangan atau diri Anda sendiri.” Hal yang sama juga berlaku jika orangtua yang mencoba memanipulasi Anda.

Pikiran Anda harus tetap jernih. Pastikan bahwa segala keputusan atau pendirian yang Anda ambil merupakan buah dari pemikiran yang independen.

Tetapkan batasan bagi kedua belah pihak

Kedua orangtua dan pasangan boleh saja tak akur, tetapi kamu ingin mereka tetap menjadi bagian penting di dalam hidup kamu. Kamu juga tidak ingin merasa seperti ditarik dari dua arah yang berlawanan. Pasalnya kamu pun ingin tetap bisa menikmati dan menjalani hidup dengan normal.

Untuk itu kamu harus menetapkan batasan yang tegas bagi kedua belah pihak. Katakan kepada mereka kalau kamu menghargai pendapat semua orang, namun kamu memiliki pendapat sendiri dan tak ingin jika ketidakakuran mereka mempengaruhi hubunganmu dengan pasangan atau hubunganmu dengan orangtua.

Carilah cara agar mereka bersedia sepakat untuk tidak sepakat mengenai satu sama lain.

Minta kerja sama dari kedua belah pihak

Jika orangtua maupun pasangan tak ingin kehilangan kamu, pasti mereka mau berkompromi meskipun dengan berat hati. Jadi jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan mereka mengurangi komentar tidak menyenangkan atau perilaku tak ramah saat bertemu.

Jika ada hal-hal yang sekiranya bisa mengundang reaksi negatif dari orangtua, jangan lupa untuk memberi tahu pasangan sebelum bertemu. Memang hal seperti ini akan menghabiskan banyak energi di pihakmu, tetapi mungkin kamu akan menganggapnya sebagai harga yang pantas untuk mendapatkan kompromi dari semua orang.

Lakukan penilaian ulang dan jujurlah

Jika seluruh cara di atas sudah dicoba dan kamu masih tidak bisa membuat mereka untuk setidaknya melakukan gencatan senjata, mungkin sudah waktunya bagimu untuk menilai situasi yang ada lebih lanjut.

“Jika keluarga Anda menolak untuk berinteraksi dengan pasangan dan mereka memiliki alasan yang kuat untuk marah, berarti ini tidak bagus,” tutur Stefanie Safran, introductionista Chicago dan pendiri Stef and the City.

Jika pasangan terus-menerus bersikap agresif, bahkan merajuk kepadamu, ini lebih tidak bagus lagi. Mungkin sudah saatnya bagimu untuk menimbang-nimbang perlu atau tidaknya hubungan itu diteruskan. (fmz/bb)

 

Comments
Loading...