Fenomagz
Unleash the Wild Side

Pernikahan Beda Usia Jauh Bisa Memicu Stres

Pernikahan ini sempat ramai diperbincangkan karena usia keduanya terpaut hingga 55 tahun. Tapi, tidak selalu pasangan yang lebih muda

0

 

FENOMAGZ – Pernikahan adalah sebuah komitmen yang sacral bagi banyak orang. Untuk itu, setiap pasangan yang menikah tentunya hanya terjadi sekali seumur hidup. Terkadang pasangan yang menikah tidak selalu seumuran. Pernikahan beda usia memang wajar terjadi. Namun apa jadinya bila usianya terpaut puluhan tahun?

Di Indonesia, sudah banyak pernikahan beda usia yang cukup jauh. Umumnya, pernikahan bisa terpaut usia 30-50 tahun. Sebagai contoh, pernikahan slamet riyadi yang berusia 16 tahun dengan nenek rohaya yang berusia 71 tahun.

Pernikahan ini sempat ramai diperbincangkan karena usia keduanya terpaut hingga 55 tahun. Tapi, tidak selalu pasangan yang lebih muda adalah laki-laki. Banyak juga pernikahan beda usia yang berusia lebih muda adalah perempuannya.

Sebenarnta tidak ada yang salah dengan perbedaan usia yang terpaut jauh. Hanya pasangan yang menikah itu harus mengetahui konsekuensinya. Mereka yang usainya belum genap 20 tahun tapi sudah menikah pengalaman hidupnya masih terbatas. Apalagi pasangannya berusia jauh di atas mereka. Pasangannya harus sabar karena risiko perbedaan persepsi dari segala sesuatunya pasti ada.

Pandangan hidup dan cara mengatasi masalah antara pasangan yang beda usia jauh memang beda. Bagi pasangan yang lebih muda, mereka masih mencari jati diri dan kondisinya labil.

Dalam hal ini, pasangan yang lebih tua harus lebih bijaksana dan dewasa. Terutama apabila pasangan yang lebih muda adalah perempuan. Jangan menggap pasangannya berlebihan karena hal itu bisa memicu pertengkaran.

Baca juga:   Tips Mengatasi Vitalitas Pada Pria

Sedangkan pada kondisi pasangan pria yang lebih muda, pihak perempuan harus memberikan keleluasaan pada pasangannya agar dia bisa memimpin dan memutuskan jalan keluar suatu masalah layaknya kepala keluarga. Sebab, cara dia memimpin keluarga dipengaruhi oleh usianya.

Apabila terlalu banyak tekanan dan tuntutan yang tidak semestinya, itu akan membuat pasangan yang lebih mudah merasa stress dengan pernikahan. Terlebih mereka belum bisa beradaptasi dengan baik karena ada kemungkinan belum nyaman dengan pilihan hidupnya untuk menikah. Di sinilah peran pasangan yang lebih tua untuk memberikan arahan dan masukan yang realistis. (fmz/pz)

Comments
Loading...