Fenomagz
Unleash the Wild Side

Tahapan Untuk Menjalani Hubungan Dengan si dia

0

Entah Butuh Berapa Bulan Bagi Kamu Untuk Maju ke Tahap Selanjutnya

 

Fenomen Harus Melakukan Tahapan ini Bila Ingin Menjalani Hubungan Bersama dia !!!

FENOMAGZ – Jatuh cinta dan pacaran itu tidak jauh berbeda dengan kecanduan narkotika. Tidak percaya? Kalau gitu yuk coba kita lihat tahapan-tahapan yang kita alami ketika jatuh cinta dan pacaran.

1. The Addiction Phase
Katakanlah, kamu bertemu dengan orang yang tepat. Atau setidaknya, pada saat itu kamu mengira dia adalah orang yang tepat.

Senyumannya mampu membuat harimu lebih cerah. Suara tawanya mampu membuatmu lebih ceria. Keberadaannya membuatmu lebih semangat, dan lain sebagainya. Bahkan, ketika ia marah atau ngambek, pun, kamu tetap menganggapnya malaikat, mahluk paling indah, the love of your life. Semua yang ia lakukan membuatmu jatuh cinta.

Namun, waktu berlalu. Entah butuh berapa bulan bagi kamu untuk maju ke tahap selanjutnya, tapi sebaiknya kita semua sadar bahwa tahapan-tahapan ini wajar terjadi. So, tarik nafas dalam-dalam, and let’s move on to the next phase.

2. The Hangover Phase
Setelah kamu melewati waktu bersama pasangan, kamu akan mulai sadar bahwa ada beberapa hal dari pasanganmu yang tidak sesuai dengan harapanmu. Bukannya fokus pada apa yang membuatmu tertarik (seperti di tahap sebelumnya), kini kamu mulai fokus pada kekurangan pasanganmu.

Mungkin dia mulai malas menjemputmu. Atau dia mengenakan sendal jepit ketika pergi kencan denganmu. Mungkin dia tidak sisiran atau mungkin dia tidak lagi mengirimkan SMS “Good Morning” tepat pukul tujuh pagi. Kamu mulai menyadari kesalahan-kesalahan kecil ini dan kamu tidak bahagia.

Baca juga:   Fenomen Harus Tahu ini Penyebabnya Anda Sering Depresi

Jadi, kamu berusaha untuk mengubah pasanganmu kembali seperti dulu lagi, menjadi sosok yang kau kira adalah dia yang sebenarnya. Baik dengan cara ngambek, ataupun marah, atau malah menuduhnya tidak sayang lagi padamu atau punya selingkuhan.

3. The Stability Phase
Katakanlah kamu dan pasangan menemukan cara untuk kompromi dan bekerja sama. Kini kamu tiba pada Stability Phase. Pada tahap ini, kamu dan pasangan sudah saling kenal kekurangan masing-masing, juga saling menghargai perbedaan yang ada. Dengan demikian, kamu dan pasangan merasa nyaman dan aman dalam hubungan. Mungkin kamu dan pasangan tidak lagi deg-degan ketika berduaan, atau mungkin kamu dan pasangan merasa saling sibuk main HP ketika dinner adalah hal yang normal.

Kamu tidak lagi mengharapkan pasanganmu SMS menanyakan apakah kamu sudah makan, dan pasangan tidak lagi mengharapkan kamu mengenakan high heels ketika pergi kencan. Kamu dan pasangan nyaman dalam keadaan apa adanya, dan tidak merasa perlu berusaha lagi.(fmz/pz)

Comments
Loading...