Fenomagz
Unleash the Wild Side

12 Bahaya Junk Food Untuk Kesehatan

0

Jika Fenomen sering makan junk food, sebaiknya pikir-pikir lagi bahaya yang akan menyerang nantinya

 

FENOMAGZ – Junk food atau biasa dikenal dengan makanan cepat saji merupakan suatu produk makanan yang sudah umum dan telah mendunia di abad ini. Penyajiannya yang cepat dan praktis, harga yang cukup terjangkau, dan cita rasanya yang lezat membuat banyak orang lebih memilih junk food ketimbang makanan 4 sehat 5 sempurna.

Makanan junk food terasa begitu lezat karena mengandung kadar lemak jenuh (kolesterol) yang sangat tinggi. Kadar lemak jenuh yang sangat tinggi itulah justru sangat tidak baik bagi kesehatan

Alih-alih makan agar mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh, junk food malah membahayakan bagi tubuh. Apa saja bahaya makan junk food untuk kesehatan? Berikut ulasannya.

  1. Resiko penyakit diabetes tipe 2

Salah satu faktor utama seseorang terkena diabetes adalah diet tak sehat dan makanan cepat saji. Ketika Anda makan makanan sehat, tubuh akan mendapat pasokan glukosa yang membantu menjaga sensitivitas insulin. Di sisi lain, ketika Anda hanya makan junk food, stres berlebihan pada metabolisme mempengaruhi kemampuan tubuh menggunakan insulin dengan benar.

Sejak awal, junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi langsung menghasilkan lonjakan kadar gula. Selanjutnya, konsumsi junk food menyebabkan obesitas, di mana salah satu alasan utama untuk resistensi insulin dan pengembangan diabetes.

  1. Peningkatan resiko kanker

Kurangnya serat adalah alasan utama konsumsi junk food berhubungan dengan peningkatan risiko kanker sistem pencernaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer Prevention mengungkapkan, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker kolorektal.

Sementara, studi lain dari Fred Hutchinson Cancer Research Center menunjukkan bahwa pria yang makan makanan digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan, mengalami peningkatan risiko mengembangkan kanker prostat.

Baca juga:   Hindari Makanan Ini Agar Tidak Ngantuk Saat Berbuka
  1. Meningkatkan resiko penyakit jantung

Junk food dilengkapi dengan lemak jenuh dan lemak trans yang secara langsung meningkatkan kadar kolesterol jahat, di mana berkontribusi terhadap pembentukan plak dan penyakit jantung. Selanjutnya, junk food menyebabkan lonjakan tiba-tiba gula darah yang pada akhirnya mengarah pada peradangan kronis.

Peradangan ini menyebabkan kolesterol jahat yang menempel pada dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung. Hal ini membuat Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung.

  1. Obesitas

Obesitas menjadi masalah yang sering dihadapi oleh orang yang sering mengkonsumsi junk food. Junk food memiliki kandungan lemak, garam, dan gula yang berlebihan, yang akibatnya tubuh kesulitan untuk mencernannya.

Karena kandungan tersebut sulit untuk dicerna tubuh, mengakibatkan zat makanan tersebut mengendap di dalam tubuh. Hal inilah yang memicu timbulnya obesitas (kegemukan) pada seseorang.

Pada bahan yang digunakan untuk junk food (juga termasuk bumbunya), biasanya mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi.

  1. Memicu masalah pencernaan

Para pecandu junk food beresiko tinggi mengalami gangguan pencernakan (seperti sindrom iritasi usus).

Pada makanan junk food, lebih banyak mengandung kalori dari pada nilai nutrisi baik bagi tubuh.

Ketika mengkonsumsi junk food yang digoreng, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut, akibatnya meningkatkan produksi asam di dalam tubuh.

Zat-zat yang ada di dalam junk beresiko tinggi akan mengiritasi lapisan lambung, yang mengakibatkan terjadinya gangguan pencernaan.

Selain itu, miskinnya kandungan serat di dalam kandungan junk food, mengakibatkan terhambatnya kerja pencernaan, serta meningkatkan resiko sembelit dan wasir.

Baca juga:   Fenomen, ini Ide Menarik untuk Membahagiakan Pasangan di Hari Valentine
  1. Menyebabkan kelelahan dan kelemahan

Junk food tidak memiliki sebagian besar nutrisi penting, seperti protein dan vitamin yang diperlukan untuk memelihara kesehatan secara keseluruhan. Meskipun makanan ini memberikan rasa kenyang dan puas, tapi tidak menyediakan energi instan, bahkan membuat Anda merasa lelah dan lesu.

Karena itu, jika sudah kecanduan makan makanan junk food, maka bisa menderita kelelahan kronis. Selain itu, junk food dapat menurunkan tingkat energi, sehingga Anda sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Resiko depresi

Akibat terlalu sering mengkonsumsi junk food, banyak perubahan hormonal terjadi, terutama pada kalangan remaja, yang membuat mereka rentan terhadap perubahan suasana hati dan perubahan perilaku. Karena mengkonsumsi junk food dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting dalam tubuh, yang meningkatkan kemungkinan para remaja menderita depresi hingga 58%.

  1. Mempengaruhi fungsi otak

Sebuah studi dalam Journal Brain, Behavior, and Immunity menunjukkan bahwa makan junk food dalam 1 minggu sudah cukup memicu gangguan memori. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jahat dari junk food cenderung untuk menggantikan lemak sehat di otak.

  1. Gangguan ginjal

Makanan junk food seperti kentang goreng atau keripik memiliki cita rasa yang memanjakan lidah, akan tetapi kandungan garam halus di dalamnya membuat meningkatnya air liur dan sekresi enzim, yang efeknya membuat ketagihan junk food.

Padanya, terdapat kandungan lemak jahat dan natrium yang tinggi (dari garam tersebut), yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan sodium-potasium tubuh, yang memicu hipertensi.

Bahaya yang paling besar adalah mengganggu kerja ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah, sehingga terjadinya gangguan pada ginjal sangat berbahaya.

  1. Merusak organ hati

Mengkonsumsi junk food dapat merugikan kesehatan organ hati. Sebuah studi menunjukkan hasil bahwa mereka yang lebih sering mengkonsumsi junk food, serta malas berolahraga mengalami perubahan enzim hati hanya dalam waktu empat minggu.

Baca juga:   Kegiatan yang Baik Dilakukan di Pagi Hari

Masalah seperti ini sama seperti yang dialami oleh mereka yang suka mengkonsumsi alkohol.

Dari penjelasan yang didapat dari beberapa penelitian, junk food dapat merusak hati karena terjadinya pengendapan lemak trans di organ hati, yang mengakibatkan terjadinya disfungsi pada organ hati.

  1. Masalah pada kulit dan tulang

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti junk food, dapat menyebabkan bakteri yang berada di mulut menghasilkan asam yang dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi serta menghancurkan enamel gigi, yang merupakan faktor terjadinya gigi berlubang. Ketika enamel gigi Anda hilang, tidak bisa diganti. Selain itu kandungan natrium yang berlebih dalam junk food juga dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis (tulang rapuh).

  1. Tekanan darah tinggi

Kadar natrium (sodium) tinggi menjadi hal yang buruk pada junk food, yang memberikan resiko lebih tinggi, tubuh terkena tekanan darah tinggi, jantung, hati dan penyakit ginjal, demikian yang dijelaskan oleh pihak Harvard Health Publications. (fmz/pm) 

Comments
Loading...