advertisement

6 Fungsi yang Terganggu dan Hal Menyebabkan Pria Sulit Punya Anak Setelah Mengalami Cedera Tulang Belakang

Berikut ini 6 fungsi pada pria yang terganggu setelah mengalami cedera tulang belakang

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Meskipun pada setiap cedera tulang belakang terdapat kasus yang berbeda-beda, tetapi ada kemungkinan pria menjadi tidak subur. Ketidaksuburan seorang pria setelah mengalami cedera tulang belakang merupakan gabungan dari beberapa gangguan fungsi yang harusnya terjadi saat hubungan seksual.

Baca juga: Ini Dia 4 Hal Yang Disarankan Oleh Seksolog Guna Menjaga Keamanan Sex Toys Untuk Kesehatan

Berikut ini 6 fungsi pada pria yang terganggu setelah mengalami cedera tulang belakang:

Fungsi ereksi

Ketika menerima suatu rangsangan, tubuh otomatis akan meningkatkan aliran darah ke batang penis serta menahan aliran balik dari lokasi tersebut ke jantung, Akibatnya, penis menjadi tegang dan siap mengadakan ejakulasi. Mekanisme ini diatur oleh saraf dalam tulang belakang yang letaknya kira-kira setinggi punggung bawah.

Cedera pada bagian tulang belakang mungkin merusak saraf-saraf yang mengatur mekanisme tersebut. Akibatnya, Anda kesulitan mencapai ereksi (impotensi) sehingga jadi lebih sulit untuk melakukan pembuahan.

Fungsi ejakulasi

Terjadinya proses ejakulasi merupakan gabungan input dari stimulasi fisik dan psikologis. Secara fisik, ejakulasi diatur oleh segmen-segmen saraf yang ada di sekitar punggung bawah seseorang. Cedera pada segmen tersebut berakibat pada terganggunya proses ejakulasi seorang pria. Tanpa ejakulasi, pria tidak bisa membuahi sel telur wanita.

Kualitas sperma menurun

Trauma tulang belakang juga berakibat langsung terhadap produksi cairan mani dan sel sperma yang terkandung di dalamnya. Hal ini bisa menyebabkan pria sulit punya anak, atau justru meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi yang akan dikandung oleh istri.

Terganggunya regulasi hormon reproduksi

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa gangguan pada medulla spinalis dapat memengaruhi keadaan normal berbagai hormon reproduksi manusia. Hal ini akan mengakibatkan terganggunya proses produksi dan pematangan sel sperma.

Kenaikan suhu pada testis

Akibat langsung dari cedera tulang belakang adalah kelemahan otot-otot tungkai sehingga Anda akan lebih banyak duduk. Fenomena ini dapat berdampak pada meningkatnya suhu di sekitar testis. Padahal, testis membutuhkan suhu 3-4 derajat Celsius lebih rendah dari suhu tubuh agar dapat memproduksi sperma dengan optimal.

Gangguan kelenjar aksesoris

Dalam sistem reproduksi pria, terdapat beberapa kelenjar tambahan yang berfungsi menyokong kehidupan sperma, misalnya kelenjar prostat. Pada laki-laki dengan cedera medulla spinalis, ditemukan pula disfungsi pada prostat sehingga cairan mani yang dihasilkan berkualitas kurang baik. (fmz/bb)

Comments
Loading...