8 Jenis Obat-obatan yang Dapat Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Berikut ini 8 jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita

Judi

judi

FENOMAGZ – Beberapa obat mungkin akan mempengaruhi kesuburan pria dan wanita dengan cara yang berbeda-beda. Menurut seaorang direktur endokinologi reproduksi di Icahn School of Medicine, New York, mengatakan bahwa karena siklus menstruasi wanita sangat dikontrol oleh interaksi antara otak, ovarium (indung telur), dan rahim, maka masalah kesehatan dan obat-obatan yang mengganggu proses interaksi ini dapat mempengaruhi ovulasi (pelepasan telur dari ovarium) dan membuat wanita kesulitan untuk mencapai kehamilan.

Baca juga: Bosan Gaya Bercinta Yang Itu-Itu Aja? Coba Gaya Bercinta Ini Bisa Jadi Solusi

Berikut ini 8 jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita:

  • Steroid. Obat-obatan steroid, seperti kortison dan prednison, terbuat dari hormon testosteron dan banyak digunakan untuk mengobati asma dan lupus. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menghambat kelenjar hipofisis untuk melepaskan FSH dan LH yang diperlukan untuk melepaskan sel telur dari indung telur (ovulasi).
  • Produk untuk rambut dan kulit yang mengandung hormon. Krim kulit, gel, dan produk perawatan rambut yang mengandung hormon estrogen dan progesteron juga dapat mempengaruhi ovulasi. Walaupun penyerapan produk ini melalui kulit mungkin tidak akan menyebabkan masalah, tetapi ada baiknya untuk tetap menghindari penggunaan produk tersebut.
  • Obat antihipertensi atau anti-darah tinggi. Beberapa obat lama yang berguna untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi, seperti metildopa, dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan dapat mengganggu ovulasi.
  • Obat sistem saraf pusat. Hampir setiap obat yang menyasar sistem saraf pusat, seperti obat penenang dan obat untuk mencegah kejang, dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon prolaktin dan mengganggu ovulasi. Namun, sebagian besar antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitor atau SSRI) tidak berdampak negatif pada ovulasi.
  • Obat tiroid. Obat-obatan untuk hipotiroidisme juga dapat mempengaruhi ovulasi jika terlalu banyak atau terlalu sedikit dikonsumsi. Obat tiroid ini dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin. Sehingga pastikan obat ini dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
  • Pengobatan kanker. Kemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan kanker lainnya dapat merusak sel telur atau menyebabkan kegagalan ovarium prematur di mana ovarium berhenti melakukan fungsinya sebelum usia wanita mencapai 40 tahun. Kemoterapi, terutama agen alkilasi, dapat menjadi racun bagi indung telur sehingga dapat menyebabkan ketidaksuburan secara permanen.
  • Obat antiepilepsi. Misalnya, phenytoin, carbamazepine, dan valproate dapat mempengaruhi kesuburan dengan menghambat ovulasi.
  • Obat antipsikotik. Contohnya, risperidone dan amilsulpride, dapat mempengaruhi kelenjar hipofisis dan meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga dapat mengganggu atau menghentikan ovulasi. (fmz/bb)
Comments
Loading...