Fenomagz
Unleash the Wild Side

Awas, Menahan BAB Bisa Berakibat Fatal Bagi Tubuh

0

Menahan BAB bukanlah kebiasaan sehat dan malah cenderung mengundang penyakit

 

FENOMAGZ – Setiap orang perlu buang air besar (BAB) setiap hari. Buang air besar (BAB) secara rutin merupakan tanda metabolisme tubuh berjalan lancar dan sehat.

Namun apa jadinya ketika Fenomen sedang berada di suatu acara penting atau suatu keadaan dimana Fenomen harus menahan BAB (buang air besar)?

Berikut adalah beberapa akibat yang ditimbulkan karena menahan BAB (buang air besar).

1. Berpotensi menderita kanker usus

Korelasi antara menahan buang air besar dan penyebab kanker usus adalah ketika anda hendak buang air besar namun keinginan tersebut malah ditahan, maka usus dalam tubuh akan terkontraksi menjadi lebih kuat. Hal ini dilakukan oleh usus agar kotoran tidak keluar.

Jika sudah demikian, maka kontraksi yang dilakukan dalam waktu yang lama, akan membuat otot membengkak. Jika tidak segera ditangani, maka infeksi serta peradangan akan terjadi pada area tersebut. Alhasil sel kanker usus akan terpicu untuk tumbuh

Kanker usus lebih banyak dialami oleh orang tua. Hal ini dikarenakan ketika seseorang beranjak tua, maka intensitas untuk buang air besar menjadi lebih banyak. Resiko menahan buang air besar juga sama bahayanya dengan saat anda suka menahan kentut.

2. Kematian

Salah satu kasus tragis akibat menahan BAB pernah dialami oleh seorang remaja asal Cornwall, Inggris bernama Emily Titterington. Emily meninggal pada Februari 2013 akibat tidak bisa buang air besar selama 8 minggu. Emily menderita autisme ringan serta mengalami masalah dengan rasa takut pada toilet. Akibatnya pemuda tersebut lebih memilih menahan buang air besarnya.

Baca juga:   Tips Membakar Kalori Yangg Menyenangkan

Setelah dilakukan pemeriksaan medis atas penyebab kematiannya, ternyata Emily menderita serangan jantung yang fatal akibat adanya pembesaran usus. Pembesaran usus tersebut kemudian menekan beberapa organ didalam tubuhnya. Pada kondisi luarnya pun, perut Emily tampak membesar.

Kasus kematian yang terjadi akbat kebiasaan menahan buang air besar memang sangat langka dan jarang terjadi. Tinja yang telah mengeras akibat lamanya dikeluarkan, memang cukup sering dialami, namun jarang terjadi pada mereka yang telah dewasa.

3. Menimbun sampah sekaligus bakteri dan racun

Membuang sampah yang ada dalam perut dengan BAB dapat mengusir racun serta bakteri di dalam perut. Jika tidak segera dikeluarkan, maka penyakit dalam tubuh berpotensi lebih berkembang dari sebelumnya. Jika bakteri dan racun di dalam tubuh tidak segera dikeluarkan, maka bisa dipastikan jika tubuh akan mengalami gangguan kesehatan.

Hal inilah kenapa buang air besar sebaiknya dilakukan secara rutin. Jika Fenomen mengalami kebiasaan buang air besar berubah, disertai dengan gejala gangguan kesehatan, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter. Bagaimanapun, kesehatan anda tentu lebih penting untuk dijaga. (fmz/pm)

Comments
Loading...