Fenomagz
Unleash the Wild Side

Benarkah Membersihkan Telinga Dengan Cotton Bud Berbahaya?

0

Penggunaan cotton bud dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan pada saluran dalam telinga

 

FENOMAGZ – Bagi sebagian orang, kotoran telinga yang menumpuk bisa mengurangi kemampuan mendengar dan di beberapa kasus, timbul rasa sakit. Banyak orang yang memilih membersihkan telinga mereka menggunakan cotton bud. Meski umum dilakukan, membersihkan kotoran telinga dengan menggunakan cotton bud ternyata dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan pada saluran dalam telinga.

Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 50 persen pasien yang datang ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) sering memakai cotton bud untuk mengorek kotoran di telinga. Walaupun ujungnya terbuat dari kapas, alat ini tetap berisiko merusak gendang telinga.

Seperti dikutip Healthday, Kamis (16/2/2017), gangguan pendengaran yang umum dialami pemakai cotton bud adalah tinnitus atau telinga berdenging. Sementara wajah yang sulit digerakkan adalah gejala kerusakan saraf yang juga dipicu kerusakan gendang telinga.

bahaya cotton bud

Lalu bagaimana cara membersihkan kotoran telinga yang tepat?

Walaupun kadang mengganggu pendengaran, kotoran telinga sebenarnya tidak perlu terlalu sering dibersihkan karena berfungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga.

Kulit pada saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga, yang dikenal sebagai cerumen. Tiap orang memiliki bentuk cerumen yang berbeda-beda. Ada yang berbentuk cair, padat atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi.

Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar. Kotoran telinga yang lama akan diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh.

Baca juga:   Kebiasaan yang Dilakukan Pria Saat Menata Rambut

Kotoran telinga perlu dibersihkan apabila kotoran telinga terlalu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran.

Kebanyakan orang biasanya akan menggunakan cotton bud atau tetes telinga bila kotoran telinga terlalu keras. Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Namun, apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga.

Bagi Fenomen yang menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui lebih dulu bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga. Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah, dan jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam, penggunaan obat tetes harus segera dihentikan.

Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihkannya dengan instrumen khusus. Untuk menjaga kesehatan serta kebersihan telinga, ada baiknya jika Anda mengunjungi dokter THT untuk membersihkan telinga setiap enam bulan sekali. (fmz/pm)

Comments
Loading...