advertisement

Benarkah Obat Disfungsi Ereksi Tidak Selalu Mampu Mengatasi?

ini dia penjelasan mengapa obat Disfungsi ereksi tidak selalu mampu mengatasi

judi

Obat disfungsi ereksi tidak semuanya efektif pada pasien. Di beberapa penelitian di dunia, keberhasilan obat tidak 100 persen. terdapat 35 persen gagal.

FENOMAGZ – Sildenafil, Tadalafil, dan Vardenafil merupakan tiga jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Obat tersebut biasanya akan diberikan pada tahap awal penanganan pasien yang menderita disfungsi ereksi.

Baca juga: Terasa Aneh, Ini Manfaat Jika Menelan Sperma

Saat ditemui di Tjikinii Lima Restaurant, Dokter Spesialis Andrologi, Nugroho Setiawan mengatakan, efektivitas ketiga obat disfungsi ereksi tergantung masing-masing individu. Artinya, tidak semua individu cocok dan ereksi kembali pulih setelah minum obat tersebut.

Obat disfungsi ereksi tidak semuanya efektif pada pasien. Di beberapa penelitian di dunia, keberhasilan obat tidak 100 persen. terdapat 35 persen gagal.

Kegagalan penanganan disfungsi ereksi dengan obat perlu disampaikan kepada pasien. Dokter harus menyampaikan secara terbuka.

“Jangan sampai pasien sudah berobat mahal, lalu dia komplen, ‘Kok sudah minum obat, tapi (disfungsi ereksi) belum sembuh-sembuh juga,” lanjut Nugroho.

Konsumsi obat disfungsi ereksi pun tidak sembarangan. Dalam hal ini, peran dokter memberikan resep dan memantau kemajuan kondisi pasien.

“Ada dosis maksimalnya juga. Diminum satu kali sehari, bukan dua kali. Misal, sildenafil, dosis maksimalnya 100 mg,” Nugroho menambahkan.

Ketiga obat berfungsi melancarkan pembuluh darah. Pembuluh darah melebar sehingga aliran darah terkumpul di penis. Hal ini akan membuat pria ereksi. (fmz/bb)

Comments
Loading...