Benarkah Vulva Yang Berkeringat Disebabkan Oleh Rambut Kemaluan Yang Gondrong?

Mary Jane Minkin, M.D., M.D., seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi dan ilmu reproduksi di Yale Medical School & Jules Lipoff, MD, asisten profesor dermatologi klinis di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania

Fenomagz – Anda bisa berkeringat di mana saja yang memiliki kelenjar keringat, termasuk vulva. Kemungkinan besar bagian vulva yang berambut itu yang akan berkeringat. Rambut kemaluan yang sudah gondrongkah penyebabnya?

Jules Lipoff, MD, asisten profesor dermatologi klinis di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, mengatakan keringat di vulva biasanya di bagian labia majora (bibir luar tempat rambut kemaluan tumbuh) dan mons pubis (gundukan di atas klitoris).

Menurut Lipoff, faktor gaya hidup yang membuat seorang wanita rentan berkeringat di vulvanya. Misalnya saja mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari kain sintetis, uang air jadi lebih mudah terperangkap. Beda lagi jika memilih pakaian dalam yang bernapas seperti katun.

Untuk rambut kemaluan, kata Lipoff juga berkontribusi. Ini karena rambut kemaluan bisa membuat keringat lebih sulit menguap dari kulit Anda.

Tetapi Mary Jane Minkin, M.D., M.D., seorang profesor klinis kebidanan dan ginekologi dan ilmu reproduksi di Yale Medical School, mengatakan hal tersebut seharusnya tidak membuat tingkat keringat di vulva begitu berbeda.

Keringat Berlebih

Minkin menyarankan apabila wanita memiliki vulva yang berkeringat tetapi sangat menyukai rambut kemaluannya, wanita itu tidak perlu secara otomatis menyingkirkan rambut kemaluannya. Terkadang ada alasan mendasar di balik keringat vulva yang berlebihan atau yang dikenal dengan hiperhidrosis.

Memiliki hiperhidrosis pada dasarnya berarti Anda berkeringat lebih dari normal. Mayo Clinic menuliskan, belum 100 persen diketahui alasan beberapa orang mengalami hiperhidrosis, tapi kemungkinan reaksi berlebihan dari saraf yang memberi tahu tubuh Anda kapan harus berkeringat. Kondisi kesehatan seperti diabetes, juga bisa menyebabkan keringat berlebih.

Tapi, memiliki vulva yang berkeringat tidak secara otomatis berarti Anda mengalami hiperhidrosis. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), orang yang mengalami hiperhidrosis cenderung berkeringat dari telapak tangan, kaki, ketiak, dan kepala mereka.Dan keringat cukup berlebihan sehingga mengganggu gaya hidup Anda. Sangat mungkin orang berkeringat tanpa mengalami hiperhidrosis.

Mengatasi vulva yang berkeringat

Sebuah studi kasus 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology mengikuti kisah seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki keringat genital yang berlebihan sehingga ia membasahi celana pendeknya setiap hari dan harus mengenakan maxi pad tebal.

Dokter akhirnya mendiagnosis dia dengan hiperhidrosis vulva dan menggunakan Drysol (pengobatan topikal aluminium klorida heksahidrat, yang membantu menutup saluran keringat). Itu menghentikan keringatnya.

Comments
Loading...