Fenomagz
Unleash the Wild Side

Benarkah Warna Feses Bisa Mendeteksi Kesehatan Seseorang?

0

Tidak hanya urine, kotoran juga bisa dijadikan indikator untuk mendeteksi kesehatan seseorang

 

FENOMAGZ – Tak hanya air seni atau urine yang dapat mendeteksi kesehatan, tapi buang air besar atau poop atau feses juga bisa. Meski menjijikan, ada baiknya jika setelah buang air besar jangan terburu-buru menyiram kotoran di kloset. Melalui kotoran, kita bisa melihat status kesehatan, mulai dari pola makan, kecukupan air, atau apakah kita beresiko terhadap suatu penyakit

dr Jean-Pierre Raufman, ahli gastroenterologi dari Universitas Maryland School of Medicine mengatakan bahwa saluran pencernaan kita mengandung sel bakteri lebih banyak dibanding sel di seluruh tubuh. Usus kita harus bekerja optimal supaya bisa menyerap nutrisi yang diperlukan, tetapi juga mampu mengeluarkan zat kimia, makanan, dan bakteri yang berbahaya.

Berikut adalah 5 hal yang perlu diperhatikan dari feses untuk mengecek ada tidaknya gangguan penyakit:

  1. Warna

Warna feses biasanya mencerminkan apa yang kita makan. Berbagai variasi warna kecoklatan biasanya menunjukkan kondisi normal, sementara warna hitam dan kuning perlu diwaspadai.

Raufman mengungkapkan bahwa tinja yang berwarna hitam menunjukkan adanya perdarahan di usus atau bagian pencernaan lainnya. Namun, mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa menyebabkan tinja berwarna hijau gelap.

Sedangkan warna merah cerah pada tinja biasanya terjadi perdarahan dari sistem pencernaan bagian bawah, seperti usus besar, rektum, atau anus.

buang air besar

  1. Bentuk

Feses yang berbentuk lurus dan menyempit sering berkaitan dengan gejala kanker kolon. Raufman mengatakan bahwa bentuk feses tersebut bisa menjadi tanda obstruksi di usus bagian bawah yang berarti usus terhalang sebagian.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah tinja yang lembek atau menempel pada bagian lubang toilet karena itu menandakan adanya minyak yang terlalu banyak.

“Minyak biasanya mengambang sehingga kalau kita melihatnya di air berarti tubuh tidak bisa menyerap lemak dengan baik,” kata Raufman. Namun, tinja yang mengapung juga dipengaruhi oleh produksi gas di perut sehingga biasanya bukan tanda kondisi yang serius.

  1. Bau

Secara umum bau feses memang tidak enak, tetapi bau yang aneh atau tak wajar sebaiknya jangan Anda abaikan. Waspadalah jika ada perubahan pada tinja, yang menetap selama beberapa waktu.

Feses dihasilkan dari makanan yang tidak dicerna, bakteri, lendir, dan sel-sel mati. Bau tidak sedap berasal dari bakteri dan parasit. Penyebab bau aneh pada tinja bisa berasal dari darah atau lemak.

  1. Konstipasi

Feses yang kering dan sulit dikeluarkan adalah tanda terjadinya konstipasi atau sembelit. Konstipasi juga menyebabkan orang BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Ada banyak faktor pemicu konstipasi, mulai dari pola makan yang buruk, kurang olahraga, obat-obatan, kurang cairan, ataupun gangguan usus. Jika dibiarkan, maka konstipasi bisa memicu penyakit wasir atau perdarahan di anus. Cegahlah konstipasi dengan makan-makanan yang tinggi serat, minum cukup air, olahraga, dan segeralah ke toilet jika perut mulai terasa mulas.

  1. Diare

Diare sebenarnya adalah hal yang normal sebagai cara tubuh untuk mengeluarkan kandungan toksik seperti bakteri atau infeksi virus. Namun, diare yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi.

Diare yang tak berhenti sampai empat minggu bisa menjadi tanda adanya penyakit kronis, seperti penyakit Chrohn atau irritable bowel syndrome. (fmz/pm)

Comments
Loading...