Fenomagz
Unleash the Wild Side

Dampak Buruk AC Bagi Kesehatan

0

Terlalu sering terpapar AC ternyata bisa berdampak buruk untuk kesehatan tubuh

 

FENOMAGZ – Berada di dalam ruangan ber-AC tentunya lebih nyaman dan membuat kita lebih betah daripada harus berada di luar ruangan yang panas. Namun tahukah Fenomen terlalu sering terpapar AC ternyata bisa berdampak buruk untuk kesehatan tubuh.

Berikut adalah alasan mengapa sering terpapar AC dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

1.    Menurunkan sistem kekebalan tubuh

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa berada di ruang terbuka dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh karena sel-sel darah putih yang berfungsi sebagai melawan bakteri membutuhkan oksigen yang cukup untuk bisa bekerja secara efektif.

Sebaliknya, jika lebih sering berada di ruangan ber-AC, tubuh pun akan kekurangan oksigen sehingga sel-sel darah putih tidak bisa bekerja maksimal dalam memerangi bakteri dan virus. Menurunnya sistem kekebalan tubuh ini tentunya akan membuat tubuh lebih mudah terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

  1. Gangguan saraf wajah

Suhu ruangan yang terlalu dingin akibat paparan AC tepat diatas kepala dapat menyebabkan pembengkakan wajah sehingga bentuk wajah menjadi tidak simetris (wajah miring dan tidak dapat berbicara dengan normal). Kondisi tersebut disebabkan wajah tersembur udara sejuk AC secara langsung dan berlebihan. Kondisi tersebut dinamakan Bell’s Palsy.

3.    Infeksi pernapasan

Untuk melindungi tubuh dari bakteri dan kuman yang masuk melalui pernapasan, organ-organ pernapasan seperti hidung dan mulut membutuhkan kelembaban dari selaput lendir. Jika terlalu sering berada di ruangan ber-AC, selaput lendir yang ada pada hidung pun akan mengering sehingga menurunkan kemampuan hidung dalam menyaring bakteri yang masuk ke tubuh. Selain itu, sirkulasi udara dalam ruangan ber-AC cenderung tidak lancar sehingga kuman ataupun bakteri akan terperangkap di udara dan kemudian masuk ke tubuh melalui pernapasan.

4.    Merusak kulit

Kulit Fenomen kering dan tidak sehat? Hal itu bisa jadi karena Fenomen sering berada di ruangan ber-AC. Kulit yang terpapar langsung udara dingin dari AC dalam waktu lama memang bisa menjadi kering dan kehilangan elastisitasnya karena AC dapat merampas kelembaban kulit dan selaput lendir pada kulit. Untuk menyiasatinya, Fenomen bisa menggunakan pelembab kulit yang tinggi akan kandungan moisturizer. Selain itu, Fenomen juga bisa menggunakan pakaian lengan panjang untuk melindungi semua bagian kulit.dari udara dingin AC.

5.    Mudah lelah

Fenomen sering merasa kelelahan? Mungkin saja penyebabnya karena Fenomen terlalu sering berada di ruangan ber-AC dalam waktu yang lama. Sebuah penelitian juga membuktikan, orang yang lebih sering terkena udara dari AC cenderung lebih mudah merasa lelah dan mengalami sakit kepala daripada mereka yang lebih sering berada di ruang terbuka yang cenderung lebih banyak mendapatkan oksigen.

6.    Memicu ketidakseimbangan hormon

Selain mengeluarkan udara dingin yang dapat mengeringkan kulit, AC juga dapat memproduksi bahan kimia phthalates yang membuat hormon-hormon dalam tubuh menjadi tidak seimbang, salah satunya hormon reproduksi. Alhasil, orang yag sering terpapar udara AC cenderung beresiko lebih tinggi mengalami gangguan reproduksi. Wanita hamil juga sangat tidak dianjurkan untuk terlaluu sering berada di ruangan ber-AC karena dapat meningkatkan resiko gangguan kehamilan.

  1. Sick Building Syndrom

Perbedaan suhu udara antara ruangan berpendingin udara dan luar ruang bisa memengaruhi daya tahan tubuh. Beranjak ke ruang dingin dalam kondisi bercucur keringat usai melakukan aktivitas di bawah sinar matahari bisa mengakibatkan sakit kepala, lemas, bahkan sesak napas. Maka dari itu, jika sedang berkeringat disarankan tidak langsung memasuki ruangan ber-AC.

Baca juga:   Mau Membuat Wanita Terangsang? Lakukan Saja Cara ini
  1. Obesitas

Sejumlah penelitian menguatkan tudingan bahwa suhu udara yang nyaman menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kenaikan berat badan. Suhu udara yang nyaman akan membuat kita malas beraktivitas. Minimnya aktivitas tubuh meniadakan pelepasan energi pembakaran lemak.

Akibatnya, timbunan lemak akan terakumulasi dan memicu obesitas. Oleh karena itu, mereka yang terbiasa hidup di ruangan berpenyejuk ruangan disarankan memiliki jadwal rutin berolahraga untuk membakar lemak tubuh. (fmz/pm)

Comments
Loading...