Fenomagz
Unleash the Wild Side

Dampak Olahraga Lari Pada Penis Dan Testis

0

Fenomen tak perlu khawatir jika kebiasaan lari menempatkan testis atau penis Anda pada posisi yang kurang nyaman

 

FENOMAGZ – Fenomen menyukai olahraga lari? Lari adalah salah satu jenis olahraga yang murah meriah dan cukup banyak dilakukan, termasuk oleh pria. Namun, aktivitas lari juga kadang bisa memicu kekhawatiran apakah tidak akan berdampak negatif pada kondisi alat vital pria.

Seorang urolog di Orlandi, Jeffrey Thill, MD mengungkapkan bahwa pada dasarnya tubuh memiliki cara beradaptasi untuk mencegah hal buruk terjadi pada penis dan testis. Bahkan jika kebiasaan lari menempatkan testis atau penis Anda pada posisi yang kurang nyaman, Anda tak perlu khawatir.

“Ada refleks cremasteric yakni kemampuan testis menarik diri ke arah tubuh Anda. Itu adalah salah satu cara penis dan testikel beradaptasi, serta mencegah cedera,” tutur urolog Tobias Kohler, MD yang juga kepala departemen infertilitas pria di Southern Illinois University.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa terjadi pada alat vital pria sebagai dampak dari aktivitas lari yang dilakukan, seperti dikutip dari Men’s Health, Minggu (19/2/2017).

  1. Lari bisa membuat testis nyeri

pria kesakitan

“Sekitar satu dari tujuh pria mengalami nyeri di testis yang disebabkan varikokel, yakni membesar dan rusaknya vena pada testis Anda. Varikokel bersifat genetik dan saat lari, otot testis bisa mengencang sehingga menambah aliran darah yang pada akhirnya memperbesar varikokel dan menyebabkan nyeri tambahan,” tutur Kohler.

Selain itu, cukup banyak pria yang mengeluh nyeri pada testisnya tapi tanpa sebab yang diketahui. Untuk menghindari rasa nyeri tersebut, Kohler menyarankan coba hunakan celana pendek kompresi atau celana pendek olahraga khusus yang bisa ‘menjaga’ testis berada di posisi stabil.

  1. Terlalu banyak tekanan pada testis justru picu nyeri

Meski Kohler menyarankan untuk menggunakan celana dengan kompresi, namun jika celana yang digunakan terlalu ketat dan menekan testis, maka aliran darah ke testis akan terhambat. Akibatnya, pria bisa merasa testisnya lebih nyeri.

“Jika Anda merasa sakit atau mati rasa di testis, tandanya tubuh Anda memberi tahu bahwa terlalu besar tekanan yang didapat. Namun jangan khawatir, tekanan yang terlalu besar tidak berpengaruh pada masalah kesuburan,” kata Kohler.

  1. Rutin lari bisa menambah kemampuan ereksi

Rutin lari bisa meningkatkan pasokan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk pada penis. Sehingga, dengan memperkuat jantung melalui rutin lari, makin banyak pasokan darah ke penis dan meningkatkan kemampuan ereksi penis.

Sebuah studi dari Duke University School of Medicine menunjukkan pria yang melakukan olahraga lari intensitas berat setidaknya 2 jam dalam seminggu memiliki kualitas ereksi yang lebih baik.

  1. Lari bisa bantu meningkatkan kualitas sperma

Baik Thill maupun Kohler sepakat bahwa olahraga teratur bisa meningkatkan kadar testosteron yang bermanfaat untuk sperma. Studi dalam British Journal of Sports Medicine menyebutkan pria yang melakukan lari dengan intensitas sedang sampai berat minimal 15 jam atau lebih dalam seminggu memiliki konsentrasi sperma 73 persen lebih tinggi dibanding pria yang malas bergerak.

Namun, Kohler mengatakan ada beberapa bukti yang menunjukkan pria dengan jarak lari kurang lebih 107 km per minggu mengalami penurunan kadar testosteron sampai 28 persen dan kualitas air mani yang lebih rendah.

Menurut studi dari University of Connecticut, hal ini bisa terjadi karena terlalu banyak lari bisa mengakibatkan peradangan yang berdampak buruk pada kualitas sperma. (fmz/pm)

Baca juga:   Ini dia Caranya Mencegah Air Mani yang Berbau
Comments
Loading...