Fenomagz
Unleash the Wild Side

Fakta dan Mitos Tentang Rambut Kemaluan Yang Perlu Diketahui

Banyak mitos dan fakta tentang rambut kemaluan yang masih simpang siur kejelasannya

Fakta dan Mitos Tentang Rambut Kemaluan Yang Perlu Diketahui

FENOMAGZ – Tentunya Fenomen sering mendengar tentang beragam fakta dan mitos tentang rambut kemaluan, bukan? Banyak mitos dan fakta tentang rambut kemaluan yang masih simpang siur kejelasannya. Ada yang mengatakan boleh dan ada juga yang mengatakan tidak boleh untuk melakukan sesuatu pada rambut kemaluan.

Kesimpangsiuran tersebut tentunya menjadi banyak hal yang dipertanyakan. Oleh karena itu, yuk simak mitos dan fakta tentang rambut kemaluan di bawah ini.

1. Mitosnya, rambut kemaluan bisa mencegah penyakit kelamin

Faktanya justru menunjukkan kebenaran yang sebaliknya. Rambut kemaluan malah berperan sebagai wadah berkembangbiaknya bakteri di kemaluan Anda. Namun sayang, banyak orang mengira bahwa rambut kemaluan bisa menghindarkan mereka dari penyakit kutil kelamin.

Padahal rambut kemaluan saja tidak cukup untuk melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menjaga dan mencukur rapi bulu-bulu halus di alat vital Anda. Selain untuk estetika, bulu kemaluan yang terlalu lebat malah akan mengakibatkan gatal karena kuman akan mudah berkembang biak pada bulu atau rambut kemaluan yang lebat.

2. Mitosnya, rambut kemaluan bikin seks jadi kurang menyenangkan

Sebenarnya mitos ini tidak selalu benar, tergantung dari bagaimana pandangan dan rasa seks yang Anda dan pasangan buat.

Tak sedikit wanita yang berpikir bahwa rambut kemaluan akan mengurangi rasa dari gesekan penetrasi yang akan masuk ke kemaluan mereka. Akhirnya banyak yang merasa kalau rambut-rambut tersebut hanya akan membuat seks jadi kurang terasa dalam nikmatnya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Secara langsung, tidak ada hubungannya antara rambut kemaluan dengan kenikmatan bercinta. Itu semua tergantung bagaimana rangsangan dan ketepatan stimulasi seks itu dilakukan.

3. Mitosnya, rambut kemaluan matching dengan warna rambut di kepala

Pernyataan tentang rambut kemaluan yang satu ini jelas salah. Tidak ada alasan ilmiah yang menyatakan keserasian antara warna rambut di kepala dengan rambut kemaluan.

Untuk ketepatannya, Anda bisa membandingkan rambut di kepala dengan alis, itu baru akan sama. Jika dibandingkan dengan rambut kemaluan, warna alis dan rambut kepala jelas tidak akan sama.

4. Mitosnya, rambut kemaluan tidak akan berhenti tumbuh

Faktanya, rambut kemaluan akan berhenti tumbuh pada saat tertentu. Umumnya, rambut kemaluan yang sehabis dicukur bisa tumbuh sekitar 1 hingga 5 cm.

Namun hal tersebut juga bergantung pada genetik seseorang. Rambut kemaluan akan berhenti ketika seseorang menapaki batas usia tertentu. Untuk wanita biasanya setelah menopause, rambut kemaluan akan semakin halus teksturnya dan semakin botak.

5. Mitosnya, jika kulitnya sensitif tidak perlu memotong rambut kemaluan

Fakta ini salah. Pasalnya seperti yang diungkapkan di awal, semakin lebat rambut kemaluan maka akan semakin bagus pula untuk bakteri berkembang biak.

Jika Anda memiliki kulit yang sensitif (gampang terluka dan berdarah jika mencukur), Anda bisa melakukan alternatif lain, misalnya seperti waxing atau dengan metode laser. Selain itu Anda juga bisa menggunakan krim lembut sebagai alat bantu mencukur bulu-bulu halus Anda. (fmz/pm)

Comments
Loading...