advertisement

Fakta dan Mitos Tentang Nasi Yang Perlu Fenomen Ketahui

judi

Meski nasi sudah menjadi bagian dari kesehatan, namun nasi juga tak lepas dari aneka mitos

 

FENOMAGZ – Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Jika tak ada nasi rasanya tidak seperti makan. Nasi hampir selalu ada di setiap waktu makan, dari darapan hingga makan malam. Meski nasi sudah menjadi bagian dari kesehatan, namun nasi juga tak lepas dari aneka mitos.

Apa saja berbagai fakta dan mitos seputar nasi?

  1. Stop makan nasi dijamin cepat langsing

fakta dan mitos tentang nasi

Jawabannya  : Mitos.

Beberapa orang sengaja menghindari nasi untuk menurunkan berat badan dengan cepat dan signifikan. Namun faktanya, stop makan nasi tidak serta-merta membuat badan menjadi langsing jika Anda mengganti nasi dengan makanan lain yang berkalori tinggi dan tidak berolahraga.

Ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND menjelaskan bahwa bila jika Anda berpikir karbohidrat menggemukan dan harus berhenti mengonsumsinya sama sekali, Anda salah. Meskipun Anda ingin menurunkan berat badan, karbohidrat seperti yang terkandung pada nasi juga penting untuk tetap dikonsumsi.

Daripada Anda ‘memusuhi’ nasi, ada baiknya Anda mengurang porsinya saja.

  1. Makan nasi kemarin lebih sehat bagi pasien diabetes

fakta dan mitos tentang nasi

Jawabannya : Mitos.

Kandungan karbohidrat dan kalori pada nasi memang tinggi. Hal inilah yang memunculkan anggapan bahwa nasi panas mengandung indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi yang sudah dingin.

Sebenarnya, nasi panas yang baru saja matang dan nasi kemarin memiliki indeks glikemik yang sama. Hanya saja, nasi kemarin memang cenderung kurang enak daripada nasi yang lebih panas, sehingga ada kecenderungan untuk tidak memakannya dalam jumlah banyak.

Agar tetap sehat, sebaiknya Anda makan nasi putih dengan takaran yang tidak berlebihan dan seimban nilai gizinya. Meskipun makan nasi dalam jumlah sedikti, lauk pauknya juga jangan sampai berlebihan ya Fenomen.

  1. Nasi merah bisa bantu turunkan bobot?

fakta dan mitos tentang nasi

Jawabannya : Fakta.

Menurut penelitian, seseorang yang makan nasi merah akan mengalami metabolisme yang lebih lambat dibandingkan dengan seseorang yang mengonsumsi nasi putih karena kalori yang terserap hanya sedikit yaitu 92 kalori.

Seseorang yang makan nasi merah cenderung lebih sering buang air besar dengan volume yang lebih banyak sehingga mempercepat proses penurunan berat badan.

Nasi merah memang memiliki kalori yang hampir sama dengan nasi putih, namun nasi merah lebih mengandung serat dan vitamin yang lebih banyak sehingga dimetabolisme lebih lambat dibandingkan nasi putih.

  1. Banyak makan nasi putih lebih beresiko terserang diabetes

fakta dan mitos tentang nasi

Jawabannya : Fakta.

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, tak terkecuali jika kebanyakan makan nasi. Review dari 4 penelitian yang sudah dilakukan dan melibatkan 350.000 partisipan diketahui bahwa seseorang yang banyak mengonsumsi nasi putih memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe-2.

Nasi putih boleh dimakan, namun sebaiknya jangan berlebihan atau terlalu banyak. Apalagi jika ditambah asupan gula yang juga banyak, karena bisa meningkatkan gula darah.

Makanan lain seperti kentang, mi, roti, dan singkong juga sama saja jika dikonsumsi berlebihan. Ada baiknya Anda mengatur jumlah asupan, jangan asal makan, makanlah sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda ingin mengganti nasi putih, asupan karbohidrat juga bisa didapat dari ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, dan nasi merah. Makanan-makanan tersebut merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah sehingga bisa menahan kenyang lebih lama.

  1. Nasi yang dihangatkan berjam-jam magic jar membahayakan?

fakta dan mitos tentang nasi

Jawabannya : Mitos.

Pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD, menyebut bahwa tidak ada efek signifikan terkait dengan jangka waktu pemanasan nasi dengan kesehatan. Nasi aman dikonsumsi selama tidak terkontaminasi dan disimpan dengan baik.

Meski demikian, utrisionis lulusan California State University, Los Angeles ini mengamini nasi yang dihangatkan memang dapat meningkatkan indeks glikemik (IG) nasi. Sebab makin dipanaskan, gugus atomnya menjadi makin sederhana sehingga meningkatkan IG. Nasi yang seperti ini, hanya perlu dihindari oleh pasien diabetes, namun tidak bagi orang sehat. (fmz/pm)

Comments
Loading...