Fakta Seputar Luka Yang Perlu Fenomen Ketahui

Judi

judi

Siapapun pasti pernah mengalami luka di tubuhnya

fakta tentang luka

FENOMAGZ – Fenomen, apakah Anda memiliki bekas luka di tubuh? Siapapun pasti pernah mengalami luka di tubuhnya. Pernahkah Anda terpikir di benak Anda bagaimana luka bisa sembuh? Seperti apa proses penyembuhannya? Yuk, simak fakta-fakta seputar luka yang perlu Anda ketahui.

  1. Bagaimana Bekas Luka Terbentuk?

Luka muncul di kulit saat lapisan dermis atau epidermis mengalami kerusakan. Pada luka kecil, biasanya epidermis tersebut akan menutup sendiri. Benang-benang fibrin akan mengawali proses penutupan luka di kulit, hingga luka akan sembuh sama sekali.

Jaringan kulit baru akan tumbuh di area yang rusak, sehingga luka akan meninggalkan bekas. Adanya bekas luka berarti ada proses penyembuhan yang telah terjadi. Namun cepat atau tidaknya luka menutup tergantung pada besar dan kedalaman luka itu sendiri.

  1. Menjilat Luka Bisa Mempercepat Penyembuhan?

Sebuah studi menyebutkan bahwa air liur mengandung sel darah putih, yang mana sel tersebut memiliki tugas untuk melawan penyakit dan infeksi. Lendir pada air liur disebut-sebut bisa merangsang sel darah putih untuk membentuk jaring DNA dan protein yang efektif untuk menyembuhkan luka.

Satu hal yang perlu Anda ingat, saat menjilat luka, pastikan kondisi mulut Anda bersih dan tidak semua bentuk luka bisa disembuhkan dengan menjilat.

  1. Penyembuhan Luka Gores

Ada cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi luka gores tanpa cairan antiseptik, yakni dengan menggunakan air dan sabun. Menurut penelitian, cairan antiseptik malah bisa memperlambat penyembuhan luka lantaran berpotensi membunuh sel-sel kulit yang sehat.

Jika luka tidak membaik dan malah mengeluarkan darah ketika ditekan setelah 20 menit, segeralah ke dokter. Begitupun jika luka yang dialami lebih panjang dari 2 cm dan dalamnya lebih dari setengah cm.

  1. Keloid

Keloid adalah hasil proses penyembuhan kulit yang terlalu agresif, dimana jaringan kulit baru tumbuh hingga area di luar luka. Jenis luka ini sering ditemui pada orang yang berkulit gelap dan bisa terbentuk ketika kulit mengalami cedera.

Memang ada beberapa orang yang cenderung memiliki keloid. Area dada adalah salah satu tempat yang paling sering terjadi keloid, karena dada merupakan area yang sering terjadi tegangan dan tarikan.

Jika sudah terbentuk keloid, pengobatan sedini mungkin akan memberikan hasil lebih baik. Sebaiknya Anda menghindari garukan, tekanan dan tarikan yang akan membuat keloid tersebut semakin membesar.

  1. Mengatasi Bekas Luka

Operasi bisa menjadi bahan pertimbangan jika bekas luka merupakan keloid. Namun pengobatan operasi pada keloid perlu dipikirkan masak-masak karena memiliki risiko untuk tumbuh lagi di daerah luka operasi.

Hal ini karena banyaknya sel pembentuk keloid di area tersebut akibat adanya keloid yang lama. Untuk itu, pasca operasi pun Anda harus terus memonitor kondisi keloid agar tidak terbentuk keloid yang baru.

Untuk menghilangkan bekas luka jerawat, bekas luka operasi, ataupun bekas luka cacar, Anda bisa menggunakan obat oles yang dijual di pasaran. Namun pilihlah obat yang bebas bahan pewangi dan silikon, karena silikon ditengarai menimbulkan dampak buruk setelah pemakaian jangka panjang.

Kandungan aloe vera dan jojoba oil serta kandungan lain yang memiliki antioksidan tinggi juga ditengarai bisa membantu memudarkan bekas luka. (fmz/pm)

Comments
Loading...