Fenomagz
Unleash the Wild Side

Ini Bahaya Tidur Setelah Makan Yang Harus Fenomen Ketahui

0

Langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan masalah kesehatan dan berbahaya bagi kesehatan tubuh

 

 

FENOMAGZ – Pernahkah Fenomen tidur setelah makan? Saat perut kenyang setelah makan, kebanyakan orang akan merasa mengantuk dan tak jarang juga langsung tidur. Langsung tidur setelah makan dapat membuat sistem pencernaan dalam tubuh Anda bekerja lebih keras untuk mencerna makanan terakhir yang masuk ke perut dan hal tersebut dapat menyebabkan masalah dan berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya yang akan terjadi jika Fenomen langsung tidur setelah makan.

  1. Berat badan naik

Pencernaan membutuhkan waktu 2 jam untuk memproses penghancuran makanan. Jika Fenomen langsung tidur setelah makan, saluran pencernaan tidak bisa mencerna makanan dengan lancar, akibatnya penimbunan lemak ditubuh tak dapat dihindari dan bobot tubuh akan naik seketika. Jika kondisi ini terjadi terus menerus, akan mungkin Anda mengalami kegemukan atau obesitas.

  1. Rasa panas di dada (heartburn)

Berbaring setelah makan mungkin akan membuat Anda merasa baik pada awalnya. Tapi sementara tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Langsung tidur setelah makan bisa memicu sakit maag, yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan kadang sampai tenggorokan.

  1. Refluks asam

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali ke tenggorokan, yang menyebabkan sensasi terbakar. Berbaring ke sisi kanan setelah makan dapat memperburuk kondisi ini.

Baca juga:   Hal-Hal Yang Bisa Membuat Pasangan Sakit Hati Pasca Bercinta
  1. Stroke

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Ioannina Medical School di Yunani, langsung tidur setelah makan juga dapat meningkatkan peluang untuk mengalami stroke.

Penelitian yang difokuskan pada 500 orang sehat tersebut menemukan bahwa orang yang menunggu paling lama antara makan dan tidur berada di risiko terendah mengalami stroke.

Teori pertama menyebutkan hal ini terjadi karena refluks asam lebih mungkin menyebabkan apnea tidur, yaitu berhentinya napas saat tidur yang dapat meningkatkan resiko stroke.

Teori lain menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena sistem pencernaan bekerja keras sehingga dampaknya meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah dan mungkin juga mempengaruhi kolesterol yang meningkatkan peluang stroke. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan ini. (fmz/pm)

Comments
Loading...