Harus Tahu, Kabar Tentang Penularan AIDS Ini Ternyata Hoax Belaka!

Jika menerima pesan tentang kabar penularan HIV-AIDS, ada baiknya Anda jangan langsung percaya, karena kabar tersebut bisa jadi hoax

Harus Tahu, Kabar Tentang Penularan AIDS Ini Ternyata Hoax Belaka!

FENOMAGZ – Fenomen, mungkin Anda sering menerima pesan atau broadcast tentang bagaimana penularan HIV-AIDS. Mungkin isi pesan tentang cara penularannya berkata sama, namun kebanyakan mengatakan media penularannya yang berbeda-beda.

Karena merasa aware tentang bahaya penyakit HIV-AIDS, maka banyak orang mem-forward pesan tersebut. Padahal sering kali pesan yang dikirim ulang tersebut ternyata hoax belaka. Jika seandainya Anda menerima pesan-pesan tersebut, jangan buru-buru percaya. Akan lebih baik jika Anda mencari tahu kebenarannya pada pakarnya.

Lalu sebenarnya kabar soal penularan HIV-AIDS apa saja sih yang mungkin pernah mampir ke SMS atau media sosial Anda? Berikut daftarnya.

Penularan lewat jarum suntik di bioskop

Ingatkah Anda dengan pesan berantai yang berisi tentang peringatan agar Anda berhati-hati saat berada di bioskop karena ada orang yang sengaja menaruh jarum suntik penular HIV-AIDS? Jika ya, menurut pesan tersebut jarum suntik konon sudah mengandung virus HIV-AIDS, sehingga siapapun yang duduk dan terkena jarum tersebut akan tertular.

Faktanya, yang bisa menularkan HIV-AIDS adalah penggunaan jarum suntik bersama atau secara bergantian, karena di dalamnya masih ada darah, sehingga virus-virus bisa masuk ke dalam tubuh orang lain yang memakai setelahnya.

Sementara jika jarum suntik yang sengaja dipasang di kursi bioskop, rasanya sulit menularkan virus HIV-AIDS karena darah yang terinfeksi harus benar-benar masuk ke dalam pembuluh darah seseorang. Jika seandainya benar ada jarum di kursi bioskop dan misalnya ada yang menduduki, pasti jarum tersebut akan tertahan oleh kain bajunya, apalagi celana yang biasanya bahannya tebal. Itu saja sudah sulit untuk menembus kulit.

Penularan lewat makanan kaleng

Pesan lain terkait penularan HIV-AIDS yang mungkin pernah Anda dengar yaitu penularan melalui media makanan kaleng. Pesan tersebut berisi himbauan agar Anda berhati-hati dengan minuman atau makanan kaleng yang diimpor dari negara tertentu, karena para pengidap HIV-AIDS positif  menggunakan tempat makanan tersebut untuk memasukkan darah mereka.

Sebuah studi mengatakan bahwa cara tersebut tidak bisa menularkan virus HIV pada orang lain karena virus HIV tidak akan mampu bertahan hidup jika sudah keluar dari host atau tubuh manusia. Virus HIV baru akan menyebar kepada orang lain melalui beberapa cara, seperti berhubungan seks serta pemakaian bersama jarum suntik yang telah terkontaminasi.

Penularan lewat pembalut

Kabar tentang penularan virus HIV-AIDS semakin berkembang dengan menyebut bahwa adanya pembalut yang sudah disisipi virus HIV.

Lagi-lagi kondisi tersebut sangat tidak masuk akal. Lagipula jika pembalut yang dibelinya kotor, terdapat bercak darah seperti pembalut yang sudah pernah dipakai, tentu tidak akan ada orang yang mau menggunakannya.

Penularan lewat tusuk gigi

Kabar lain menyebutkan bahwa ada ODHA yang sengaja melukai dirinya dengan menggunakan tusuk gigi, lalu meletakkannya kembali ke tempat tusuk gigi yang ada di restoran supaya digunakan oleh orang lain.

Kabar ini seolah-seolah semakin menyudutkan ODHA, dimana mereka digambarkan sebagai orang yang usil dan jahat. Padahal jikalau benar ada darah yang mengandung HIV di tusuk giginya, dan dibiarkan kering atau terkena sinar matahari, maka virusnya juga akan mati dalam waktu 10 menit. (fmz/pm)

Comments
Loading...