Kenapa Obat Disfungsi Ereksi Bisa Tidak Ampuh? Ini Penjelasannya!

berikut penjelasan menurut seorang dokter spesialis

FENOMAGZ – Dokter Spesialis Andrologi, Nugroho Setiawan mengatakan, efektivitas obat disfungsi ereksi tergantung masing-masing individu. Artinya, tidak semua individu cocok dan ereksi kembali pulih setelah minum obat tersebut.

“”Obat disfungsi ereksi tidak semuanya efektif pada pasien. Di beberapa penelitian di dunia, keberhasilan obat tidak 100 persen. Ya, 35 persen gagal,” kata Nugroho dalam acara “Sadari Penyebab dan Faktor Risiko Disfungsi Ereksi (DE)”

Kegagalan penanganan disfungsi ereksi dengan obat perlu disampaikan kepada pasien. Dokter harus menyampaikan secara terbuka.

“Jangan sampai pasien sudah berobat mahal, lalu dia komplen, ‘Kok sudah minum obat, tapi (disfungsi ereksi) belum sembuh-sembuh juga,” lanjut Nugroho.

Konsumsi obat disfungsi ereksi pun tidak sembarangan. Dalam hal ini, peran dokter memberikan resep dan memantau kemajuan kondisi pasien.

“Ada dosis maksimalnya juga. Diminum satu kali sehari, bukan dua kali. Misal, sildenafil, dosis maksimalnya 100 mg,” Nugroho menambahkan.

Ketiga obat berfungsi melancarkan pembuluh darah. Pembuluh darah melebar sehingga aliran darah terkumpul di penis. Hal ini akan membuat pria ereksi.

Meski sildenafil, tadalafil, dan vardenafil bisa mengobati disfungsi ereksi, dokter perlu berhati-hati memberikan obat tersebut. Ini dikarenakan ada kontradiksi yang terjadi. Ada efek obat yang mencegah obat bekerja maksimal.

“Obatnya kan berfungsi melebarkan pembuluh darah. Itu menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Makanya, pria yang punya tekanan darah rendah tidak dianjurkan dan tidak efektif digunakan,” jelas Nugroho.

Bila konsumsi obat difungsi ereksi gagal, dokter dapat memberikan injeksi intracavernous (suntikan ke pangkal penis). (fmz/bb)

Comments
Loading...