advertisement

Kenapa Orang Dengan HIV/AIDS Perlu Melakukan Cek Diabetes? Ini Penjelasannya!

berikut ini penjelasan menurut para ahli

judi

FENOMAGZ – Faktor risiko diabetes antara lain adalah berusia di atas 45 tahun, riwayat keluarga diabetes, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan atau riwayat penyakit tertentu.

Baca juga: Ini Dia 2 Penyebab Kenapa Sering Merasa Lapar Usai Bercinta!

Nah, penggunaan beberapa obat HIV seperti obat nukleosida reverse transcriptase inhibitor (NRTI) dan protease inhibitor (PI) dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada orang dengan HIV. Obat-obatan HIV ini membuat tubuh lebih sulit merespons dan menggunakan insulin (dikenal dengan istilah resistensi insulin). Resistensi insulin menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang bisa mengakibatkan diabetes tipe 2.

Karena pengobatan inilah ODHA jadi lebih rentan kena diabetes. Jadi, diabetes bisa saja muncul sebagai efek samping pengobatan dari penyakit AIDS yang sudah lebih dulu menyerang pasien.

Tes umum yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes adalah tes glukosa plasma puasa (FPG). Tes FPG mengukur jumlah glukosa dalam darah setelah seseorang belum makan atau puasa selama 8 jam.

Orang dengan HIV harus mengetahui kadar glukosa darah mereka sebelum memulai pengobatan dengan obat HIV. Orang dengan kadar glukosa di atas normal mungkin perlu menghindari penggunaan beberapa obat HIV. Tes glukosa darah juga penting setelah memulai pengobatan HIV. Jika pengujian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi, perubahan obat HIV mungkin diperlukan. Namun, ini semua harus dikonsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda. (fmz/bb)

Comments
Loading...