Mitos Penyakit HIV Yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Sekarang

Perlu Anda ketahui bahwa banyak beredar pesan atau broadcast hoax tentang bahaya penyakit HIV-AIDS

Mitos Penyakit HIV Yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Sekarang

FENOMAGZ – Fenomen, tentunya Anda pernah bukan mendapat pesan atau broadcast tentang bahaya penyakit HIV-AIDS. Jika ya, apakah sejumlah informasi yang dikatakan pesan tersebut adalah semuanya benar? Atau hanya hoax belaka?

Jika sebelumnya, Fenomagz sudah pernah membahas tentang berbagai penularan HIV-AIDS yang ternyata hoax belaka, maka berikut Fenomagz akan membahas tentang beberapa mitos tentang penyakit HIV-AIDS yang masih dipercaya oleh orang-orang hingga sekarang. Apa saja ya mitos-mitos tersebut? Yuk, simak di bawah ini.

  1. Berpindah lewat ciuman

Salah satu mitos tantang penyakit HIV-AIDS yang masih dipercayai oleh banyak orang adalah kepercayaan bahwa HIV-AIDS bisa menular lewat ciuman. Menurut sebuah survei, sekitar 20 persen populasi orang mempercayai kabar tersebut.

Padahal kenyataannya, virus HIV-AIDS tidak dapat menular lewat cairan liur ataupun kontak fisik kulit ke kulit.

  1. Menular lewat sikat gigi

Berbagi sikat gigi adalah sesuatu hal yang sangat tidak dianjurkan karena bisa jadi media perpindahan bakteri mulut antar pemakainya. Namun demikian, bukan berarti hal tersebut berlaku juga untuk penyakit HIV-AIDS.

Virus HIV-AIDS tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Oleh karena itu, virus tersebut tidak dapat menginfeksi seseorang lewat sikat gigi. Hampir sepertiga populasi yang disurvei mempercayai hal ini.

  1. Pengidap akan mati muda

HIV-AIDS adalah virus yang hingga saat ini belum ada vaksinnya dan tidak bisa betul-betul diobati. Karena dampaknya yang sedemikian hebat untuk sistem kekebalan tubuh, virus tersebut dikatakan bisa membuat pengidapnya meninggal dunia.

Namun demikian berkat perkembangan ilmu medis, kini diketahui beberapa kombinasi obat dapat menahan perkembangan virus di tubuh. Oleh karena itu bila pengidap HIV-AIDS mengonsumsi obat secara rutin maka dirinya bisa hidup seperti biasa layaknya orang normal. Survei melihat bahwa hampir setengah populasi masih mempercayai mitos ini.

  1. Seks pasti dapat menularkan HIV-AIDS

Sekitar 61 persen orang yang disurvei percaya bahwa berhubungan seks dengan seorang pengidap HIV-AIDS sudah pasti akan tertular. Padahal kenyatannya, apabila pengidap tersebut rutin mengonsumsi obat ARV maka kecil kemungkinan virus dapat menular ke pasangan. Risiko tertular justru akan lebih besar apabila seseorang tidak tahu dirinya memiliki HIV dan tidak sadar menyebarkannya lewat hubungan seks. (fmz/pm)

Comments
Loading...