Penyakit Yang Bisa Muncul Setelah Berhubungan Seks (2)

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, ternyata seks juga bisa memicu berbagai penyakit tertentu pada beberapa orang

Penyakit Yang Bisa Muncul Setelah Berhubungan Seks (2)

FENOMAGZ – Semua orang tentunya tahu bukan bahwa seks memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti bisa menyembuhkan penyakit pilek, menghilangkan stres, dan berbagai manfaat lainnya.

Namun selain bermanfaat bagi tubuh,seks rupanya juga bisa memicu berbagai penyakit tertentu pada beberapa orang. Apa saja berbagai penyakit yang bisa timbul karena melakukan hubungan seks? Berikut uraiannya.

  1. Post-orgasmic Illness Syndrome (POIS)

Jika Anda mengalami gejala seperti flu, sakit kepala, pilek, nyeri otot atau sendi, kelelahan dan sulit berkonsentrasi tepat setelah berhubungan seks, mungkin Anda mengalami post-orgasmic illness syndrome (POIS).

POIS adalah penyakit yang tidak biasa dan pertama kali diidentifikasi pada tahun 2002. Penyakit ini cenderung mempengaruhi pria dalam waktu 30 menit setelah ejakulasi.

Para peneliti dan dokter masih belum yakin apa penyebab dari respon ini. Namun studi awal menunjukkan bahwa pria mungkin mengalami reaksi alergi sistemik terhadap air mani atau sperma miliknya sendiri.

  1. Infeksi saluran kemih

Dibandingkan pria, wanita 10 kali lipat lebih mungkin menderita infeksi saluran kemih. Infeksi kandung kemih biasanya ditandai oleh gejala seperti rasa sakit ketika buang air kecil dan terlalu sering buang air kecil.

Aktivitas seksual ternyata juga bisa meningkatkan infeksi saluran kemih, karena seks memperkenalkan bakteri ke saluran kemih wanita. Agar tidak terganggu dengan rasa nyeri pada kandung kemih, buang air kecillah setelah berhubungan seks. Hal tersebut dapat mengeluarkan setiap bakteri yang tidak diinginkan dari kandung kemih.

  1. Infeksi ragi

Tubuh secara alami mengandung sejumlah ragi, akan tetapi jika jumlahnya berlebihan akan menyebabkan infeksi ragi. Infeksi ragi pada wanita bisa dipicu oleh perubahan pH dari air mani atau pelumas baru. Selain itu, perubahan hormon juga bisa membuat seorang wanita rentan terhadap infeksi ragi.

Infeksi ragi ditandai dengan beberapa gejala, seperti gatal, iritasi, seks yang menyakitkan, dan keluarnya cairan kental. Namun satu hal yang perlu Fenomen ingat, infeksi ragi bukanlah penyakit menular seksual.

  1. Bacterial vaginosis

Tahukah Fenomen bahwa vagina adalah tempat berkembangnya bakteri? Namun tidak semuanya mengandung bakteri jahat, ada juga bakteri baik yang terdapat dalam vagina seorang wanita.

Namun, apabila jumlah bakteri yang terdapat pada vagina tidak seimbang, wanita beresiko menderita infeksi vagina, yang umumnya dikenal dengan bacterial vaginosis.

Bacterial vaginosis biasanya ditandai dengan keluarnya cairan amis pada vagina, namun kondisi tersebut bukanlah penyakit menular seksual. Iritasi tersebut biasanya disebabkan oleh seks, respon ekstrem terhadap perubahan pH yang disebabkan oleh air mani, dan bakteri biasa yang masuk vagina setelah berhubungan seks. (fmz/pm)

Comments
Loading...