Sering Mengonsumsi Jamu Kuat? Ini Cara Kerjanya!

berikut penjelasan menurut salah seorang pengusaha jamu

FENOMAGZ – Jamu kuat selama ini dipercaya mampu menambah vitalitas dan stamina mereka yang mengkonsumsinya. Namun, ternyata istilah jamu kuat tidak benar-benar menunjukkan makna yang sebenarnya.

Baca juga: Posisi Seks Yang Bisa Dicoba Untuk Menjelang Akhir Tahun Nanti

“Jamu kuat itu hanya istilah promotif,” ujar Ketua DPD Gabungan Pengusaha Jamu Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Purnomo.

Ia menyatakan hal itu berdasarkan pengalaman pribadinya. Jamu terbuat dari bahan baku herbal tidak akan pernah langsung meningkatkan stamina secara instan.

Racikan yang biasa disebut jamu kuat biasanya terbuat dari akar-akaran, seperti purwoceng, pasak bumi, dan sebagainya.

Bambang pernah mencoba ramuan itu. Hasilnya, ia justru mengantuk.

“Diminum malah bawaannya ngantuk,” ucapnya.

Kemudian ia menyadari, khasiat jamu kuat itu justru muncul karena tubuh dipaksa beristirahat dengan tidur. Setelah tidur, lelah tubuh terobati dan secara otomatis stamina meningkat.

Bambang menuturkan istilah jamu kuat yang kerap beredar dan hasilnya instan justru merujuk pada obat kuat. Obat yang terbuat dari bahan kimia itu justru membahayakan tubuh, bahkan bisa mengakibatkan serangan jantung.

Bambang menilai kebanyakan orang justru mengabaikan tumbuhan yang bisa dibuat jamu. Padahal tanaman itu banyak ditemui di lingkungan sekitar.

“Banyak orang menyepelekan, hanya dianggap tanaman liar, dibuang atau dibakar,” tuturnya.

Ia menyebutkan ada sekitar 13.000 tanaman bahan baku jamu yang bisa mengobati berbagai penyakit di Indonesia. Persoalannya, banyak orang yang belum tahu manfaat tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai jamu.

Daun meniran, misalnya, bisa untuk menyembuhkan batu ginjal, akar rumput alang-alang dapat mengobati darah tinggi, dan tapak liman untuk sakit keputihan atau jamu wanita. (fmz/bb)

Comments
Loading...