Fenomagz
Unleash the Wild Side

Sering Menguap Padahal Tidak Mengantuk? Ini Penyebabnya

0

Menguap terlalu sering dan berlebihan padahal tidak mengantuk bisa jadi pertanda masalah medis yang serius

 

Semua orang pasti pernah menguap. Menguap menandakan perasaan bosan, lelah atau mengantuk. Alasan orang menguap tidak hanya sekedar mengantuk, melainkan sebuah mekanisme untuk mendinginkan otak yang kepanasan. Ketika seseorang menguap, udara dari lingkungan akan masuk melalui saluran pernapasan. Temperatur udara yang lebih dingin akan diteruskan oleh aliran darah menuju otak yang kepanasan karena terlalu lama bekerja, sehingga terjadi pertukaran panas.

Namun, pernahkah Fenomen menguap terus padahal tidak mengantuk? Menguap terlalu sering dan berlebihan padahal tidak mengantuk bisa jadi pertanda masalah medis yang serius.

Berikut alasan mengapa Fenomen menguap terus padahal tidak mengantuk seperti dilansir Livestrong, Minggu (26/2/2017).

menguap

  1. Gangguan tidur

Menguap adalah respon alami ketika tubuh merasa lelah. Namun, menurut National Institutes of Health, menguap terlalu sering itu mungkin tanda adanya gangguan tidur, seperti insomnia, sleep apnea dan narkolepsi. Kondisi ini dapat menghambat Anda mendapatkan tidur malam yang nyenyak dan menyebabkan lelah di siang hari, sehingga sulit untuk berkonsentrasi.

  1. Kelainan irama jantung

Jika pasokan darah dan oksigen ke otak tidak cukup, Anda dapat mengalami pingsan yang disebut ‘syncope’. Kondisi ini bisa menjadi kondisi sementara, yang terjadi ketika Anda berdiri terlalu lama, berdiri terlalu cepat, dalam keadaan stres atau tidak enak badan. Namun, juga dapat berarti bahwa Anda memiliki masalah jantung.

Baca juga:   Manfaatnya Berhubungan Seks Dalam Seminggu

Tinggi atau rendahnya tekanan darah dan kelainan irama jantung juga dapat membatasi aliran darah ke otak. Dengan kondisi lain, jika otak Anda tidak mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, Anda dapat mengembangkan gejala-gejala seperti menguap berlebihan.

  1. Diseksi aorta

Diseksi aorta merupakan robeknya dinding aorta, yaitu arteri utama yang membawa darah dari jantung. Kondisi ini bisa diwariskan atau bisa karena penyakit seperti tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner, yang keduanya menempatkan ketegangan pada dinding arteri.

Menurut Mayo Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan napas pendek dan lelah, yang dapat berkontribusi pada menguap berlebihan. Jika Anda menguap berlebihan disertai dengan kesulitan bernapas, berkeringat, denyut nadi tidak teratur, nyeri dada atau tanda-tanda peringatan lain dari serangan jantung atau stroke, sebaiknya Anda segera ke dokter.

  1. Masalah otak

Beberapa pakar mengatakan alasan lain Anda sering menguap adalah peradangan pada otak saat seseorang mengalami stroke ringan. Fenomen perlu waspada karena menguap berlebihan merupakan tanda dari gejala seseorang mengalami peradangan di batang otak.

  1. Terlalu banyak mengonsumsi obat

Terlalu banyak mengonsumsi obat juga indikasi dari seringnya Fenomen menguap. Ada beberapa jenis obat yang membuat Anda menguap beberapa jam setelah meminumnya. Kondisi ini wajar menurut para pakar. Biasanya obat yang mengandung SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors) atau antihistamines yang menyebabkan Anda sering menguap setelah meminumnya. (fmz/pm)

Comments
Loading...