Beranda Healthy Setelah Menopause Bisakah Hamil?

Setelah Menopause Bisakah Hamil?

plester menopause

Fenomagz – Seorang wanita yang sudah menopause ditandai dengan berhenti menstruasi bakal berhenti kesempatan untuk hamil. Namun, dalam beberapa kasus wanita yang sudah berada pada tahap menopause masih bisa melahirkan seorang bayi.

Sebuah fakta menarik terjadi pada wanita 61 tahun asal Amerika Serikat, Omaha Cecile Edge yang hamil di usia tidak subur. Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang bisa melahirkan setelah menopause?

“Seseorang memang bisa hamil setelah menopause, tetapi sebelum tahu persis bagaimana dan mengapa, Anda perlu untuk memahami sedikit tentang bagaimana menopause bekerja,” ucap Julian Peskin, dokter obgyn di Cleveland Clinic, AS.

Menurut National Institute on Aging (NIA), AS, menopause terjadi 12 bulan setelah seorang wanita mengalami menstruasi terakhir. Ketika tidak lagi menstruasi, tubuh secara resmi selesai dengan sistem reproduksinya, dan tidak bisa hamil secara alami setelah menopause.

Tetapi, menopause memiliki tahapannya. Anda masih bisa hamil selama tahap perimenopause, atau menjelang menopause. Selama tahap ini, wanita akan mengalami menstruasi yang tidak teratur dengan cukup lama sampai akhirnya secara resmi mengalami menopause.

Office on Women’s Health, AS menjelaskan, perimenopause biasanya dimulai ketika seorang wanita berada pada usia pertengahan 40-an. Kondisi ini terjadi sekitar empat tahun sampai periode sepenuhnya berhenti. Artinya, sebelum benar-benar mengalami menopause Anda masih bisa hamil secara alami.

“Anda berovulasi dengan jarang, tetapi masih berovulasi. Bahkan ketika perimenopause, jika Anda tidak ingin hamil, penting untuk menggunakan alat kontrasepsi,” ucap dokter obgyn, Margaret Nachtigall.

Hamil Lewat Program Bayi Tabung

ika Anda memilih untuk hamil ketika sudah berada pada tahap menopause yang sesungguhnya, Anda bisa mencobai proses yang disebut dengan fertilisasi in vitro (IVF) alias bayi tabung.

Menurut US National Library of Medicine (NLM), IVF pada dasarnya adalah proses penyatuan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita yakni di laboratorium. Namun, karena wanita yang menopause tidak lagi menghasilkan telur, mereka harus menggunakan telur dari pendonor.

Setelah sel telur dibuahi, membelah dan menjadi embrio di luar tubuh, sel tersebut ditempatkan dalam rahim wanita di mana akhirnya bisa membentuk janin.

“Tetapi, beberapa wanita yang mencoba IVF setelah menopause tidak perlu khawatir tetnang komplikasi terkait usia. Karena Anda menggunakan telur dari orang yang lebih muda, tidak ada peningkatan risiko kelainan kromosom,” ucap Peskin.