advertisement

Tak Selalu Terasa Nikmat, Ini 3 Alasan Mengapa Wanita Sering Merasa Sakit Saat Bercinta

Berikut ini 3 hal yang menjadi penyebab sakitnya wanita saat berhubungan seks

judi

FENOMAGZ – Ketika berbicara tentang seks, kebanyakan pembahasan berada pada seputar kenikmatan. Seperti, orgasme, efek ukuran penis, dan berapa sering melakukan hubungan seks.

Namun, ada satu hal yang jarang dibahas, padahal cukup penting, yakni, seks yang menyakitkan. Ini bukan seks ‘sakit nikmat’ seperti di film Fifty Shades, melainkan, rasa sakit secara harfiah.

Baca juga: 11 Lagu Yang Dapat Membuat Seks Lebih Panas Dan Menggairahkan

Sakit saat berhubungan seks biasanya kebanyakan dirasakan kaum wanita, terutama saat intercourse.

Sebuah survei yang telah dilakukan kepada 7000 perempuan di Inggris, 10 persennya pernah mengalami kesakitan saat berhubungan seks.

Kemungkinan seks yang menyakitkan sangat tinggi bagi wanita berusia antara 16 dan 24 tahun juga saat menjelang menopause. Jadi jika seks yang menyakitkan adalah sesuatu yang Anda alami, ketahuilah bahwa Anda pasti tidak sendiri.

Tapi kenapa seks itu menyakitkan bagi beberapa wanita? Ternyata, ada banyak potensi penyebab rasa sakit saat bersenggama, mulai dari masalah medis sampai kejadian psikologis.

Jika kedengarannya menakutkan, jangan khawatir. Isu-isu sakit saat berhubungan seks bisa diobati. Namun, langkah pertama dalam mengobati rasa sakit adalah memahami berbagai penyebab yang mendasari rasa sakit, dan gejalanya.

Berikut ini 3 hal yang menjadi penyebab sakitnya wanita saat berhubungan seks:

Stres dan tertekan

Saat seharian banyak sekali masalah dan tekanan. Anda membawa itu ketempat tidur, akibatnya Anda tidak bisa menikmati seks.

Menurut Dennis Fortenberry, MD, dari Indiana University, hal itu bisa dihindari. Caranya, sebelum tidur, Anda harus rileks. Pasangan bisa saling memijat agar ketegangan mengendur.

Infeksi alat kelamin

Sejumlah infeksi genital paling umum, herpes, trikomoniasis, dan infeksi jamur, dapat membuat seks tidak nyaman.

Bahkan wanita yang asimtomatik atau tidak sadar akan infeksi mereka dapat memiliki perubahan kecil pada vulva atau vagina mereka yang dapat menyebabkan rasa sakit

Solusinya, sebagian besar infeksi genital mudah dikendalikan atau dapat disembuhkan, dan tesnya sederhana. Jika Anda mengalami rasa sakit, hal yang paling penting adalah berkomunikasi dengan dokter Anda.

Menopause

Perubahan vagina selama masa menopause tidak hanya soal lubrikasi yang berkurang. Tapi bagian dari vagina dan vulva menjadi sangat sensitif,”kata dr Fortenberry. (fmz/bb)

Comments
Loading...