Fenomagz
Unleash the Wild Side

Tidak Selamanya Punya Tubuh Tinggi itu Menyenangkan

banyak keuntungan yang bisa didapat sebut saja pada pria, pria tinggi biasanya akan terpilih dalam beberapa cabang olahraga seperti basket

0

 

FENOMAGZ РRasanya hamper semua orang ingin memiliki bentuk tubuh yang sempurna, termasuk tinggi badan. Apabila seseorang memiliki tinggi badan di atas rata-rata, banyak keuntungan yang bisa didapat sebut saja pada pria, pria tinggi biasanya akan terpilih dalam beberapa cabang olahraga seperti basket. Lalu pada wanita, tubuh tinggi juga membuat mereka berkesempatan menjadi seorang  model. Hal itu tentunya membawa kebanggaan tersendiri.

Tapi, sebuah penelitian terbaru menemukan fakta bahwa orang-orang yang tinggi badan nya di atas rata-rata berisiko mengalami masalah kesehatan. Beberapa risiko tersebut berkaitan dengan fisiologi dan organ tubuh di dalamnya. Inilah beberapa masalah kesehatan terkait tinggi badan yang, yuk mari kita simak bersama berikut ini.

Lebih banyak darah beku

Penelitian menemukan fakta bahwa pria yang tingginya kurang dari 160 cm memiliki risiko 58% lebih rendah untuk mengembangkan pembekuan darah disbanding pria yang tingginya lebih dari 188 cm. selain itu, wanita yang tingginya kurang dari 155 cm juga memiliki risiko 69% lebih rendah dari wanita yang tingginya lebih dari 183 cm.

Penelitian mengatakan hal ini dikarenakan pada orang yang lebih tinggi pembuluh darah pada kaki menjadi lebih panjang sehingga lebih banyak area yang bisa bermasalah. Alasan lainnya, tekanan gravitasi akan meningkat di pembuluh darah orang yang kakinya lebih tinggi. Hal itu bisa meningkatkan risiko aliran darah melambat atau berhenti sementara.

Lebih berisiko meninggal karena kanker

Baca juga:   Tips Mengkonsumsi Makanan Seksual Kamu

Dalam sebuah makalah di tahun 2016, diungkapkan bahwa risiko kematian akibat kanker meningkat sebanyak 4% pada orang yang tinggi badannya 6,35 cm lebih tinggi dibandingkan tinggi badan rata-rata. Tubuh terlalu tinggi bisa menjadi penanda nutrisi berlebih khususnya terlalu banyak mengkonsumsi protein hewani yang berkalori tinggi selama fase pertumbuhan dan perkembangan, baik sebelum kelahiran maupun setelah kelahiran. Akibatnya proses pertumbuhan terlalu aktif dan membuat sel lebih rentan terhadap mutasi.

Pria yang lebih tinggi berisiko tinggi mengembangkan kanker prostat yang agresif. Sedangkan pada wanita yang lebih tinggi lebih cenderung mengembangkan melanoma, serta kanker payudara, obarium, endometrium, dan usus besar. Selain itu, tinggi badan berpengaruh terhadap ukuran organ. Semakin besar ukuran organ, semakin banyak sel yang berisiko mengalami transformasi ganas.

Risiko a-fib lebih tinggi

Penelitian di bulan april lalu mengungkapkan perempuan yang lebih tinggi memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mengalami atrial fibrillation, kondisi yang menyebabkan adanya gangguan ritme jantung yang membahayakan. Tapi, masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai dampak penyakit dan kematian akan gangguan a-fib.

Risiko penyakit jantung dan diabetes yang lebih rendah

Para pemilik tubuh yang tingginya di atas rata-rata tidak usah berkecil hati terlebih dahulu. Walaupun ada masalah kesehatan karena terlalu tinggi, tapi ternyata hal itu juga membawa keuntungan. Orang yang tingginya 6.3 cm lebih tinggi memiliki risiko penyakit jantung dan diabetes yang lebih rendah. Selain itu, risiko kematian akibat penyakit jantung turun hingga6 %. Hal itu dikarenakan orang yang lebih tinggi cenderung memiliki paru-paru dan jantung yang lebih kuat. Selain itu, nutrisi berlebih yang mereka konsumsi bisa melindungi hal lain yang memicu peningkatan produksi hormone. Hal tersebut membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dan kolestrol. (fmz/pz)

Baca juga:   Selain Infeksi, Ini Penyebab Bau Urine Tak Sedap
Comments
Loading...