advertisement

3 Bahaya yang Dapat Terjadi Jika Membesarkan Penis Dengan Minyak Lintah

Berikut ini 3 bahaya yang dapat terjadi jika memakai minyak lintah

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Bagi para pria yang mempunyai masalah ketika sedang berhubungan intim, Anda mungkin akan tergoda untuk mencari berbagai solusi alternatif yang saat ini ditawarkan melalui toko-toko online. Mulai dari obat, suplemen, hingga berbagai jenis minyak yang dapat Anda coba untuk mengembalikan kejantanan pria dan membesarkan penis Anda. Salah satu minyak yang cukup populer adalah minyak lintah.

Baca juga: 5 Penyebab Sperma Tidak Keluar Saat Ejakulasi

Namun siapa sangka minyak lintah ternyata memiliki beberapa risiko terkait penggunaannya. Jika Anda tetap Nekat ingin menggunakannya untuk menambah vitalitas seksual sebaiknya Anda harus perhatikan 3 bahaya yang dapat terjadi karena minyak lintah.

Berikut ini 3 bahaya yang dapat terjadi jika memakai minyak lintah:

Iritasi dan alergi

Kulit Anda mungkin saja alergi terhadap minyak dari lintah dan bahan-bahan kimia keras yang dicampurkan untuk mengawetkan serta menjaga kestabilan minyak. Pasalnya, kulit di sekitar organ intim Anda bersifat lebih sensitif dibandingkan kulit pada tubuh bagian lainnya seperti lengan. Alergi mungkin ditunjukkan dengan gejala berupa iritasi, gatal, rasa perih atau panas, dan penis jadi kemerahan. Jika dibiarkan saja, Anda bisa mengalami infeksi atau penyakit kulit tertentu.

Infeksi bakteri atau virus pada penis

Kebanyakan produk minyak dari lintah ini belum diatur secara resmi oleh BPOM. Akibatnya, Anda pun main untung-untungan. Jika Anda kurang beruntung, produk yang Anda beli mungkin tidak diolah secara higienis. Risikonya adalah dalam minyak tersebut terdapat berbagai jenis bakteri atau virus yang akan berpindah pada penis. Hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus pada penis.

Infeksi bakteri dan ragina pada vagina

Selain berisiko bagi pria, ternyata minyak ini juga bahaya bagi wanita. Pasalnya, jika Anda mengoleskan minyak lintah pada penis sebelum bercinta, vagina pasangan mungkin akan ikut terpapar minyak tersebut. Minyak ini memiliki struktur dan sifat yang sangat berbeda dari cairan alami vagina. Maka, minyak ini akan mengacaukan keseimbangan kadar pH atau keasaman pada vagina. Jika keasaman berkurang, bakteri jahat, jamur, serta ragi jadi lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan infeksi bakteri dan infeksi ragi vagina. (fmz/bb)

Comments
Loading...