advertisement

3 Tipe Pria yang Cukup Berisiko Mengalami Ereksi Berkepanjangan (Priapismus)

Berikut ini 3 tipe pria yang berisiko mengalami priapismus

judi

FENOMAGZ – Priapismus termasuk kondisi langka, tetapi biasanya menyerang pria usia 30-an. Ada beberapa tipe pria yang paling berisiko mengalami ereksi terlalu lama akibat priapismus.

Berikut ini 3 tipe pria yang berisiko mengalami priapismus:

Pria yang mengalami gangguan aliran darah

Priapismus yang terjadi berulang (priapismus iskemik) biasanya lebih sering terjadi pada pria yang memiliki anemia sel sabit. Dalam beberapa kasus, kondisinya dimulai dengan ereksi tiba-tiba yang menyakitkan dalam durasi pendek dan terus berlanjut serta berulang menjadi ereksi yang lebih sering dan lebih lama.

Baca juga: 4 Posisi Seks Yang Melatih Kelenturan Tubuh

Selain anemia sel sabit, beberapa kelainan darah ini juga dapat menyebabkan pria mengalami ereksi terlalu lama akibat adanya gangguan pada aliran darah yang masuk dan keluar pada penis:

  • Leukimia
  • Meltiple myeloma
  • Thalassemia

Pria yang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Priapismus juga dapat terjadi sebagai kemungkinan efek samping setelah menggunakan obat tertentu yang dapat memengaruhi aliran darah ke penis. Obat-obat ini meliputi:

  • Obat yang disuntikkan langsung ke penis untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti alprostadil, papaverine, phentolamine, dan lain-lain.
  • Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac), bupropion (Wellbutrin), dan sertraline.
  • Alpha blocker seperti prazosin, terazosin, doxazosin, dan tamsulosin.
  • Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan atau gangguan psikotik, seperti hydroxyzine, risperidone (Risperdal), olanzapine (Zyprexa), lithium, clozapine, chlorpromazine dan thioridazine.
  • Obat pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin) dan heparin.
  • Terapi hormon, misalnya gonadotropin.
  • Hormon seperti hormon pelepas testosteron atau gonadotropin.
  • Obat yang digunakan untuk mengobati ADHD, seperti atomoxetine (Strattera).

Pria dengan kondisi tertentu

Berbagai kondisi di bawah ini dapat meningkatkan risiko pria mengalami ereksi yang berkepanjangan, yaitu:

  • Gangguan metabolisme
  • Gangguan neurogenik
  • Kanker yang melibatkan penis
  • Gigitan laba-laba, sengatan kalajengking, dan infeksi beracun lainnya
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba. (fmz/bb)
Comments
Loading...