4 Ciri dan Bentuk Vagina yang Normal dan Sehat

Berikut ini 4 ciri dari bentuk vagina yang normal dan sehat

Judi

judi

FENOMAGZ – Bila Anda atau pasangan Anda pernah bertanya-tanya sebernarnya sperti apa bentuk vagina yang sehat dan normal. Namun mungkin Anda atau Pasangan Anda malu Untuk Bertanya atau bingung untuk bertanya kepada siapa. Bahkan tidak jarang pula ada wanita yang tidak tahu tentang bentuk vaginanya sendiri. Seperti manusia, vagina wanita pun bersifat individualistis. Tidak ada dua vagina yang sama persis.

Baca juga: 5 Mitos Yang Salah Tentang HIV/AIDS

Berikut ini 4 ciri dari bentuk vagina yang normal dan sehat:

Vulva

Kita sering tertukar antara vulva dan vagina. Vagina, alias jalur lahir sepanjang 8 centimeter, berada di dalam tubuh. Hanya bukaan vagina (introitus) saja yang dapat Anda lihat dari luar.

Dinding vagina normal berwana kemerahan (bisa merah muda cerah atau kecokelatan) dan memiliki lipatan atau kerutan. Vulva dapat memiliki keriput, dan ini merupakan hal yang normal. Sebenarnya, keriput pada vulva menandakan elastisitas, jadi jangan merasa hal ini membuat Anda merasa tua atau tidak normal.

Labia

Banyak orang yang percaya bahwa bibir dari kedua labia seharusnya memiliki panjang tertentu, tetapi ini tidak benar. Pada lebih dari setengah wanita, bibir labia minora bisa lebih panjang dan menonjol keluar dari labia majora. Kadang, kedua pasang labia bisa panjang, tebal, atau bahkan tipis. Terkadang, warna kulit labia dapat menyerupai warna kulit tubuh, lebih gelap, atau lebih terang. Beberapa labia bisa memiliki satu sisi yang lebih panjang dari sisi lainnya. Semua ini adalah berbagai variasi vagina normal.

Klitoris

Pada umumnya, klitoris yang tampak dari luar memiliki ukuran 0,5 cm hingga 1,3 cm. Namun, jika klitoris Anda berukuran lebih besar dari ‘standar’ tersebut, jangan khawatir. Vagina Anda masih tergolong normal, apalagi ukuran klitoris masih bisa membesar saat jaringan ereksinya mendapat rangsangan. Bagian terluar klitoris juga bisa berukuran lebih kecil, bahkan tersembunyi. Selain itu, klitoris pada beberapa wanita juga dapat memiliki lipatan kulit yang mengendur di atas area klitoris. Memiliki klitoris tersembunyi tidak berarti Anda tidak memilikinya sama sekali, atau tidak dapat menimbulkan rangsangan. Semua hal ini adalah normal.

Cairan vagina

Meskipun banyak dari kita yang menganggap keputihan sebagai hal yang tidak normal, sebenarnya cairan vagina adalah bagian alami dari mekanisme pembersihan otomatis yang dilakukan oleh vagina yang sehat.

Keputihan yang wajar memiliki karakteristik warna terang atau transparan dan bertekstur cair, kental dan lengket berwarna putih susu, atau tekstur seperti pasta. Selain itu, cairan vagina yang sehat tidak berbau busuk, tidak mengandung darah atau berdarah, dan tidak terlihat seperti dadih. Cairan vagina yang normal juga tidak disertai rasa gatal.

Vagina

Leher rahim mungkin memiliki benjolan berisi cairan yang terlihat seperti bintil. Bintil ini tidak berbahaya, disebut dengan kista Nabothian. Kista Nabothian disebabkan oleh kelenjar produsen lendir dari rahim. Kista ini dapat datang dan pergi, ada pula yang bertahan lama. Kista ini tidak memerlukan perawatan.

Perhatikan pula dinding vagina Anda. Pada vagina yang sehat, kondisi dinding dapat bervariasi kering hingga sangat basah. Vagina cenderung kering sebelum perempuan mencapai pubertas, selama menyusui, dan setelah menopause, serta menjelang dan sesaat sesudah menstruasi. Ekosistem dinding vagina akan menjadi lebih basah saat ovulasi, selama kehamilan, dan selama rangsangan seksual. (fmz/bb)

Comments
Loading...