advertisement

4 Ciri dan Bentuk Vagina yang Tidak Normal

Berikut ini 4 ciri bentuk vagina yang tidak normal

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Bila Anda atau pasangan Anda pernah bertanya-tanya sebernarnya seperti apa bentuk vagina yang tidak normal. Namun mungkin Anda atau Pasangan Anda malu Untuk Bertanya atau bingung untuk bertanya kepada siapa mengenai bentuk vagina yang tidak normal. Bahkan tidak jarang pula ada wanita yang tidak tahu tentang bentuk vaginanya sendiri. Seperti manusia, vagina wanita pun bersifat individualistis. Tidak ada dua vagina yang sama persis.

Baca juga: 5 Jenis Benjolan Pada Payudara Yang Ternyata Bukan Kanker

Berikut ini 4 ciri bentuk vagina yang tidak normal:

Vulva

jika vulva Anda atau pasangan Anda terasa nyeri atau terdapat benjolan aneh seperti kutil vagina yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Labia

kulit labia yang berubah warna dan memiliki bercak putih dapat menjadi tanda penyakit lichen sclerosus, yang umum ditemukan pada wanita usia menopause. Rasa gatal, panas, dan/atau perdarahan dari kulit vulva juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan dari kondisi kulit hingga penyakit kelamin.

Klitoris

jika area klitoris terasa nyeri atau perih, yang dapat terkait dengan overstimulasi saat seks atau masturbasi, atau karena penumpukan smegma (kerak berwarna putih dari endapan urin, minyak, dan sel kulit mati agar tidak menyebar dan berbahaya, juga bukan penyebab kanker genitalia) di balik tudung klitoris Anda. Smegma dapat Anda bersihkan cukup dengan air. Selain itu, perhatikan juga apakah ada sensasi gatal, yang dapat menandakan infeksi ragi.

Cairan vagina

Keputihan yang harus Anda waspadai adalah cairan yang menggumpal berwarna abu-abu, kuning, atau kehijauan, yang diikuti oleh bau busuk menyengat dan dapat disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat menandakan infeksi menular seksual, seperti trichomoniasis atau bacterial vaginosis. Keputihan yang tampak seperti dadih dapat berarti infeksi jamur vagina.

Vagina

Rasa sakit pada vagina bukanlah hal yang normal, bahkan setelah hubungan seksual. Jika seks yang teratur membuat Anda merasa nyeri atau sakit, atau jika Anda mengalami nyeri pada vagina yang tidak terkait dengan kegiatan apapun, bicarakan dengan dokter. (fmz/bb)

Comments
Loading...