advertisement

4 Mitos Tentang Seks yang Banyak Beredar di Masyarakat

Berikut mitos tentang seks yang sudah beredar dimasyarakat

judi

FENOMAGZ – DKebanyakan dari Anda mungkin sering mendengar berbagai mitos seputar seks. Misalnya berhubungan seksual bisa membakar banyak kalori, sama seperti berolahraga hingga berkhasiat menghilangkan sakit kepala.

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Wanita Sangat Menyukai Berhubungan Seksual

Mitos-mitos ini bahkan kerap tertanam dalam pikiran seseorang sehingga menjadikan pemikiran mereka hanya berkutat di titik itu saja.

Berikut mitos tentang seks yang sudah beredar dimasyarakat:

Tidak dapat hamil saat mengandung

Kedengarannya memang gila. Tapi wanita bisa hamil meski sedang mengandung. Kejadian ini memang sangat langka, sebab hanya terjadi 1 banding 1 juta.

Pada tahun 2009, terjadi pada pasangan Arkansas Todd dan Julia Grovenburg. Janin laki-laki berusia dua minggu terdeteksi di dalam kandungan sang istri yang baru saja melahirkan.

Berhubungan seks sakit karena selaput dara

Banyak wanita merasa ketakutan yang serius sebelum berhubungan seks untuk pertama kali. Sebab, konon membuka selaput dara sangatlah sakit. Tapi tahukah Anda bahwa selaput dara akan menipis atau bahkan hilang pada masa remaja perempuan. Hal itu biasanya disebabkan oleh aktivitas atletik.

Jadi kebanyakan rasa sakit yang terjadi saat melakukan hubungan seks bukan karena selaput dara, melainkan karena reaksi syaraf pada vagina dan otot yang menegang.

Wanita dapat orgasme seorang diri

Selalu banyak pertanyaan, apakah wanita bisa mencapai orgasme (kepuasan) seorang diri sebagaimana laki-laki melakukannya?

Menurut Planned Parenthood, sebanyak 80 persen wanita mengalami klimaks dari hubungan seks saja. Jika tidak berhasil, maka tidak apa-apa.

Ukuran sepatu menentukan ukuran penis

Mitos lain yang selalu berkembang di masyarakat adalah upaya untuk menebak-nebak ukuran penis pria. Ada yang menyebut, jika ingin mengetahui ukuran penis seseorang, maka lihatlah ukuran sepatunya.

Semakin besar ukuran kaki pria, maka semakin besar pula alat kelaminnya. Ternyata, hal ini ditanggapi oleh peneliti di University College Hospitals London tahun 2012, yang menyebut tidak ada kolerasinya.

Dari 104 pria yang dijadikan sample, tidak ditemukan sama sekali hubungan tersebut. Semua hanyalah mitos. (fmz/bb)

Comments
Loading...