advertisement

5 Alasan Mengapa Stres Dapat Ganggu Keharmonisan Kehidupan Ranjang

Berikut ini 5 alasan stres ganggu keharmonisan kehidupan ranjang

judi

FENOMAGZ – Berada di suatu tempat antara tanggung jawab kerja, keluarga dan juga urusan pribadi tak jarang membuat seseorang mengalami apa yang disebut dengan stres. Telah banyak penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara stres dengan beberapa penyakit, termasuk seks. Tak hanya memicu beberapa penyakit, stres bahkan mulai merambah pada keharmonisan kehidupan ranjang kamu.

Baca juga: Benarkah Ada Posisi Seks Yang Berbahaya Bagi Vagina? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 alasan stres ganggu keharmonisan kehidupan ranjang:

Menurunkan gairah seksual Anda

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior, stress kronis meningkatkan kadar hormone stress dalam tubuh. Biang keladinya adalah kadar kortisol yang tinggi. Tingginya hormone stress ini menekan fungsi dan efek testosterone pada pria. Hal ini berujung pada menurunnya gairah seks pada pria.

Menghambat gairah seksual wanita

Pada wanita, terlalu banyak stres juga dapat menurunkan gairah seksual. Stres kronis menyebabkan wanita mengalami kekurangan oksitoksin, yang memainkan peran penting untuk menjaga gairah seksual tetap tinggi saat berhubungan.

Sulit mencapai orgasme

Oksitoksin juga memainkan peran penting dalam melepaskan ketegangan seksual saat mencapai klimaks. Tetapi, tingginya hormone stress akan menghambat oksitoksin. Intinya, stress tak memungkinkan relaksasi saat berhubungan,sehingga tak membuat wanita merasakan orgasme.

Menurunkan kesuburan pada wanita

Hormon stres ternyata berdampak pada siklus reprosuksi wanita. Oleh karena itu, wanita yang merencanakan kehamilan harus mengurangi stress. Hormon stres dapat memengaruhi kelenjar pituitari yang mengatur fungsi semua kelenjar penting seperti tiroid, kelenjar adrenal dan ovarium. Tentu saja ini memengaruhi tingkat reproduksi hormone estrogen dan progesterone yang memengaruhi siklus menstruasi.

Mengurangi kualitas sperma

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility menunjukkan bahwa pria yang mengalami stress meningkatkan risiko konsentrasi sperma yang rendah saat ejakulasi. Mereka cenderung memiliki sperma dengan gangguan motilitas. Hormon stress memicu produksi glukokortikoid, hormone steroid yang menurunkan tingkat testosterone. (fmz/bb)

Comments
Loading...