advertisement

5 Hal yang Diam-diam Merusak Keintiman Dalam Rumah Tangga

Berikut ini 5 hal yang dapat merusak keintiman dalam rumah tangga

judi

FENOMAGZ – Para peneliti menegaskan bahwa kehidupan seks yang memuaskan merupakan salah satu kunci utama langgengnya sebuah pernikahan, di masa bulan madu, tidak sulit para pasangan untuk merasa seksi dan bergairah. Namun setelah tahun demi tahun, urusan ranjang bisa menjadi makin rumit. Untuk membantu Anda dan pasangan Anda tetap bisa menjaga keintiman rumah tangga, hindari hal-hal ini.

Baca juga: Bagaimana Seks Meningkatkan Daya Ingat? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 hal yang dapat merusak keintiman dalam rumah tangga:

Cuek dengan penampilan

Mengabaikan penampilan bukan semata soal perubahan fisik alami karena penuaan, atau tambahan sekilo-dua kilo di timbangan. Ini justru lebih kepada Anda yang berhenti melakukan usaha untuk berdandan ekstra dan merawat diri demi pasangan. Jangan salah, pasangan Anda sebenarnya sangat sadar, lho, ketika Anda melakukan ini. Cuek dengan penampilan sama saja memberikan kesan bahwa Anda tak peduli lagi untuk memanjakan mata pasangan.

Tapi ini bukan sekadar demi menyenangkan pasangan saja; merawat diri Anda sendiri membuat Anda nyaman dengan tubuh Anda sendiri. Selain itu, libido Anda akan banyak bergantung pada kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Oleh karena itu, olahragalah! Nyalon sesekali, potong rambut dan jenggot, tak apa sekali-kali berdandan dan pakai baju bagus bahkan jika Anda hanya bersantai di rumah. Lakukan apapun yang membuat Anda merasa seksi dan dia dijamin akan melirik.

Seks hanya untuk hari spesial

Jika Anda ingin memiliki kehidupan seks yang memuaskan, Anda harus memprioritaskan seks dengan aspek-aspek penting lain di kehidupan Anda. Misalnya, Anda meluangkan waktu untuk olahraga, teman, pekerjaan, dan anak. Kini Anda juga perlu untuk meluangkan untuk berduaan dengan pasangan di dalam kamar.

Bukan berarti Anda harus memasukkan jadwal khusus untuk berhubungan seks, tapi setidaknya Anda akan dapat mencuri waktu untuk merasa seksi, intim, dan terus memperkaya hubungan dengan si dia. Alih-alih memikirkan seks terjadwal sebagai aktivitas yang terkesan wajib dan tidak romantis, pikirkan bagaimana penantian menuju hari-H sebagai cara yang lebih baik untuk memainkan semua fantasi Anda. Saling berkirim chat seksi, misalnya, atau merencanakan apa yang akan Anda kenakan, dan sebagainya. Menjadwalkan seks mungkin bertentangan spontanitas, namun ampuh.

Terlalu banyak tuntutan

Pria selalu salah paham bahwa seks dalam film porno mencerminkan seks di kehidupan nyata, padahal sangat berbeda jauh. Tidak ada salahnya sesekali menonton film porno demi membantu membangkitkan hasrat seksual Anda, tapi jangan berasumsi bahwa hanya karena Anda melihat aktris dan aktornya terlibat dalam sesi bercinta ekstrem, bahwa ini juga apa yang diinginkan oleh pasangan Anda. Sering kali wanita tidak ingin merasa diwajibkan untuk tampil dan terlihat seperti pemeran film dewasa. Film porno tidak realistis, dan tindakan-tindakan agresif ini malah bisa membuatnya kesakitan dan tidak nyaman. Maka tak heran semakin banyak wanita yang “menyerah” dan memilih untuk berpura-pura orgasme.

Biarkan pasangan Anda tahu bagaimana untuk memuaskan diri masing-masing. Tak apa untuk berdiskusi dengan sangat spesifik dan konkret; apa yang Anda dan ia sukai, mana yang tidak. Tapi, di sisi lain, hormati fakta bahwa hanya karena Anda sedang bergairah, bukan berarti ia ingin dan bersedia untuk mengabulkan permintaan Anda. Pria berhak mengeluhkan lelah, stres, tidak mood atau tertarik, atau mungkin merasa tidak pede sehingga hanya ingin berpelukan; begitu pula perempuan. Namun, jika Anda ingin mencoba menyalakan gairahnya, ingat bahwa foreplay dan rayuan juga efektif untuk pria seperti halnya untuk wanita.

Berpura-pura orgasme

Perempuan bukan satu-satunya yang ahli memalsukan orgasme. Lebih dari 25 persen pria mengakui terkadang suka berpura-pura juga. Kita berpura-pura orgasme untuk berbagai alasan, dan ini mungkin menuntun pasangan Anda ke jalan yang salah.

Meski mungkin Anda tak bermaksud buruk, lama-kelamaan ini bisa menjadi kebiasaan buruk yang mengarah ke ketidakpercayaan, kemarahan, dan kebencian. Tetap akan lebih mudah untuk terbuka dan membicarakan apa yang jadi masalah di balik selimut. Untuk menerobos keluar dari kebiasaan berpura-pura Anda, Anda harus mencari tahu apa yang benar-benar Anda sukai, dan belajar untuk fokus pada kesenangan Anda sendiri terlebih dahulu.

Menghindari topik seks dalam obrolan berdua

Untuk memiliki kehidupan seks yang hebat, Anda harus berbicara tentang aktivitas di ranjang. Dan meskipun seks memang lebih mudah dilakukan daripada dibicarakan, percakapan canggung ini sangat penting untuk kehidupan seks yang panas. Tidak ada satupun ahli dapat memberi tahu Anda seperti apa seks yang pas untuk Anda atau pasangan Anda, kecuali diri Anda berdua. Dengan demikian, satu-satunya cara untuk tahu adalah untuk berbicara secara terbuka tentang segala keinginan dan keprihatinan Anda berdua.

Jika Anda merasa kehidupan rumah tangga dan kamar tidur Anda penuh problema, ini waktunya untuk Anda angkat bicara. Pasangan Anda bukanlah ahli pembaca pikiran, begitu juga Anda. Ikuti tiga langkah untuk memudahkan memulai percakapan sulit ini: beri pujian, dengarkan, berbagi. Dan ingat bahwa Anda tidak harus melewati tiga langkah ini sekaligus dalam satu kesempatan. (fmz/bb)

Comments
Loading...