advertisement

5 Mitos Tentang Kanker Paru yang Tidak Benar

berikut 5 mitos tentang kanker paru

judi

FENOMAGZ – Kanker paru adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di indonesia. Akan tetapi, seluk-beluk penyakit ini belum begitu di pahami oleh banyak orang. Misalnya apa penyebabnya dan bagaimana cara menghindari penyakit ini. oleh karena itu, berikut adalah kumpulan mitos yang banyak dipercaya masyarakat seputar kanker paru beserta fakta-faktanya.

Mitos 1: Sudah terlambat jika Anda merokok sudah bertahun-tahun

Fakta: berhenti merokok memiliki efek baik yang cepat terhadap tubuh Anda. Peredaran darah Anda akan membaik dan paru Anda akan bekerja lebih baik. Risiko kanker akan mulai turun seiring berjalannya waktu.

Baca juga: 4 Cara Membentuk Otot Punggung Tanpa Perlu Pergi Ke Gym

Dalam waktu 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, kemungkinan Anda terkena penyakit kanker paru akan berkurang hingga separuh risiko Anda sekarang.

Mitos 2: Rokok rendah tar lebih aman dari rokok biasa

Fakta: rokok rendah tar dan rokok biasa sama-sama berisiko menyebabkan kanker paru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok menthol (yang biasanya rendah tar) mungkin lebih berbahaya dan bikin Anda lebih sulit untuk berhenti merokok.

Sensasi dingin dari rokok menthol mendorong sebagian orang untuk menarik napas lebih dalam sehingga efeknya justru lebih berbahaya.

Mitos 3: Pipa dan cerutu lebih sehat daripada rokok

Fakta: Pipa dan cerutu sama seperti rokok. Kedua hal tersebut akan membuat Anda berisiko terkena kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, dan kanker paru. Merokok dengan cerutu justru lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung dan paru.

Mitos 4: bedak tabur merupakan penyebab kanker paru

Fakta: Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara kanker paru dengan menghirup bedak tabur. Orang yang bekerja dengan bahan kimia lain, seperti asbes dan vinil klorida lebih berisiko terkena penyakit ini.

Mitos 5: Polusi udara bukan penyebab kanker paru

Fakta: sejauh ini tembakau merupakan penyebab yang terbanyak. Namun, polusi udara juga menjadi faktor risiko. Orang yang tinggal di daerah dengan banyak penyakit lebih mudah terkena kanker dibandingkan mereka yang tinggal di tempat yang bersih. (fmz/bb)

Comments
Loading...