5 Mitos Vagina yang Sebenarnya Dapat Membahayakan Kesehatan

Berikut ini 5 mitos vagina yang sebenarnya dapat membahayakan kesehatan

FENOMAGZ – Dokter kandungan asal New York, Alyssa Dweck, penulis buku The Complete A to Z for Your V mengungkap mitos tentang vagina yang sebenarnya dapat membahayakan kesehatan pada The Insider.

Baca juga: 3 Hal Yang Dapat Kamu Lakukan Untuk Meningkatkan Keintiman Saat Bercinta

Berikut ini 5 mitos vagina yang sebenarnya dapat membahayakan kesehatan:

Tak perlu menggunakan produk kebersihan wanita

“Saya berharap bahwa dalam hidup saya, kita benar-benar dapat mematahkan mitos bahwa vagina adalah tempat yang kotor,” katanya.

Vagina dapat membersihkan diri, tapi tak berarti Anda hanya membiarkannya begitu saja. Vagina tetap harus dibersihkan dengan air, diseka atau dicuci dengan sabun tanpa pewangi. Ini sudah sangat cukup untuk menjaga kebersihan vagina.

Yoghurt menyembuhkan infeksi jamur

Wanita telah lama diberi tahu, mengoleskan yoghurt di dalam vagina bisa mengobati infeksi jamur. Ini karena yoghurt memiliki bakteri baik dan probiotik.

Tapi ternyata, spesies lactobacilli dalam yoghurt sangat berbeda dari yang baik untuk vagina Anda, kata Dr Dweck.

Apalagi yoghurt mengandung pemanis yang sangat mungkin untuk memicu timbulnya bakteri lebih banyak dalam vagina.

Tampon bisa hilang di dalam tubuh

Menurut Dr Dweck, secara teknis tidak mungkin ‘kehilangan’ tampon karena pembukaan serviks terlalu kecil untuk membiarkan tampon melewatinya.

“Namun, wanita sering lupa mengganti tampon dan bisa hilang dalam artian mereka tidak bisa mengeluarkannya,” jelasnya.

Keputihan tanda ada yang tak beres dengan vagina

Keputihan adalah sesuatu yang normal. Keputihan adalah cairan atau lendir yang membuat vagina menjadi bersih dan lembab, melindungi vagina dari infeksi.

Keputiihan banyak terjadi ketika wanita berada dalam pertengahan siklus menstruasi. Keputihan baru menandakan ada masalah ketika: warnanya berubah dan baunya jadi lebih menyengat yang diiringi rasa gatal.

Gatal sudah pasti diakibatkan oleh infeksi jamur

“Begitu banyak wanita berpikir bahwa setiap gejala yang mereka alami di vagina mereka adalah infeksi jamur,” kata Dr Dweck.

Padahal, gatal bisa dipicu oleh iritasi dari perubahan hormonal, kutu atau gejala STD yang disebut trikomoniasis. (fmz/bb)

Comments
Loading...