advertisement

5 Mitos yang Salah Tentang HIV/AIDS

Berikut ini 5 mitos yang salah tentang HIV/AIDS

judi

FENOMAGZ – Selama hampir lebih dari 30 tahun, HIV/AIDS telah banyak memiliki mitos dan kesalahpahaman. Dalam beberapa kasus, pemahaman keliru mengenai penyakit ini telah mendorong sejumplah perilaku yang justru membuat banyak orang yang malah terjangkit HIV positif. Meskipun banyak pertanyaan yang belum terjawab namun para peneliti kini telah berhasil menemukan sejumlah fakta seputar HIV/AIDS.

Baca juga: Benarkah Menyimpan Kondom Di Dalam Dompet Dapat Merusak Kondom?

Berikut ini 5 mitos yang salah tentang HIV/AIDS:

HIV sama dengan AIDS

HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. HIV adalah nama virus pembawa penyakit defisiensi imun (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS adalah diagnosis lanjutan setelah virus HIV berhasil menyerang dan melemahkan sistem imun seseorang, sehingga orang tersebut bisa mengembangkan (atau berada dalam risiko yang sangat tinggi terhadap) penyakit sistem imun tertentu. Tidak semua orang positif HIV juga terjangkit AIDS. Pengobatan HIV yang tepat guna bisa memperlambat atau menghentikan progres HIV, yang pada akhirnya akan mencegah orang tersebut mengembangkan AIDS.

HIV/AIDS adalah masalah bagi kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja

Hubungan seks antar sesama jenis tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik narkoba memang menjadi faktor umum penyebab HIV, namun seks penetratif penis ke vagina adalah salah satu cara umum lainnya dari penularan HIV dengan laporan angka kasus yang cukup substansial. Dalam kasus langka, seks oral juga tergolong sebagai faktor risiko penularan infeksi, walaupun begitu, seks anal tetap memiliki risiko tertinggi infeksi HIV di antara metode aktivitas seksual lainnya.

HIV dapat ditularkan oleh gigitan nyaman

HIV memang ditularkan melalui darah, namun tidak ada bukti medis sampai detik ini yang dapat menunjukkan bahwa gigitan nyamuk adalah salah satu medium penyebaran virus HIV, bahkan di tempat yang rawan HIV dan banyak nyamuk. Saat nyamuk berpindah lokasi gigit, mereka tidak akan menginjeksikan darah orang sebelumnya kepada ‘mangsa’ selanjutnya. Selain itu, umur virus HIV dalam serangga tidak akan bertahan lama.

HIV/AIDS adalah hukuman mati

Pada tahun-tahun awal epidemi, angka kematian akibat HIV/AIDS menjulang tinggi.  Tapi sejak perkembangan sains modern, obat retroviral memungkinkan para ODHA untuk memiliki usia bertahan hidup yang lebih panjang, normal, dan tetap bisa produktif.

Obat terbaru bisa sembuhkan saya dari HIV/AIDS

Walaupun terbukti secara medis bisa mengurangi angka kematian akibat HIV/AIDS secara drastis, obat retroviral harus tetap diminum secara rutin sepanjang hidup. Jika banyak dosis terlewati, virus dapat berkembang menjadi kebal obat yang bisa menimbulkan berbagai efek samping parah di kemudian hari. Belum ada obat penawar HIV/AIDS. (fmz/bb)

Comments
Loading...