Anoreksia Seksual Kerap Terjadi Pada Pasangan. Berikut Penjelasannya

pakar seks Patrick Carnes

Fenomagz – Kalau mendengar kata anoreksia, tentunya kita berpikir tentang kelainan dalam makan. Namun, bagaimana dengan anoreksia seksual?

Istilah anoreksia seksual ini ternyata ada dan dipopulerkan oleh pakar seks Patrick Carnes. Menurut Carnes anoreksia seksual adalah penghindaran kompulsif terhadap aktivitas seks dan hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Dalam bukunya, Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Hatred, Carnes memasukkan anoreksia seksual sebagai bentuk kecanduan seks.

Carnes menjelaskan, anoreksia berarti tanpa nafsu makan (anoreksia berasal dari kata Yunani, orexis), jadi anoreksia seksual mengacu pada kurangnya nafsu seksual.

“Apa yang membuatnya menjadi bentuk kecanduan adalah penghindaran kompulsif dari seks,” katanya.

Lantas siapa saja yang bisa mengalaminya? Menurut Carnes, masalah soal gairah bercinta ini bisa memengaruhi pria maupun wanita.

Bukan diagnosis resmi

Korban pelecehan seksual di masa lalu atau penolakan seksual paling sering terpengaruh dan seringkali tidak mengetahui alasan kesulitan mereka dalam berhubungan seks.

“Individu dengan anoreksia seksual mungkin juga memiliki masalah bersamaan dengan kecanduan lainnya, seperti kecanduan makanan, kecanduan zat, dan masalah obsesif atau didorong oleh kecemasan lainnya.”

Seseorang yang anoreksia seksual, kata Carnes, bisa melakukan hubungan seksual sesekali. Misalnya saja seorang anoreksia seksual mungkin tidak melakukan hubungan seksual kecuali ketika dia mabuk. Dalam hal ini, batas-batas kaku dalam berekspresi seksual hancur ketika hambatan diturunkan.

Terlepas dari kebencian mereka pada seks, lanjut Carnes, anoreksia seksual mungkin terlibat dalam hubungan seksual, termasuk pernikahan. Meskipun kualitas hubungan tersebut kemungkinan akan terganggu dengan menghindari seks.

Walau begitu, definisi anoreksia seksual bukan diagnosis resmi dalam American Psychiatric Association (APA)’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, terapis seks, konselor pasangan, dan psikolog sudah mengenal dengan baik kondisi penghindaran seks ini.

“Jika Anda atau pasangan mengalami kesulitan dengan perasaan Anda tentang seks atau ekspresi seksual, Anda mungkin bisa mendapatkan rujukan ke terapis seks,” pesan Carnes.

Comments
Loading...