Fenomagz
Unleash the Wild Side

Bahaya Pemakaian Headset Bagi Telinga dan Otak

Runner listening to mp3 player
0

Sering atau kebiasaan mendengarkan musik dengan headset atau earphone bervolume tinggi bisa membuat telinga cedera

 

FENOMAGZ –  Telinga adalah salah satu indera yang berfungsi vital bagi tubuh manusia. Di era modern ini, banyak orang yang memiliki kebiasaan mendengarkan musik favorit mereka dari perangkat smartphone, PSP, MP3 atau MP4 player dengan perantara headset.  

Menggunakan headset untuk mendengarkan musik memang cenderung lebih praktis dan juga lebih baik dari segi suara yang dihasilkan. Tanpa adanya headset, suara yang dihasilkan akan sedikit pecah dikarenakan tidak terkoneksi langsung antara telinga dengan speaker tersebut.

Namun tahukah Fenomen, sering atau kebiasaan mendengarkan musik dengan headset atau earphone  bervolume tinggi bisa membuat telinga cedera.

Lantas, apa saja dampak negatif sering menggunakan headset atau earphone bervolume tinggi? Berikut ulasannya.

  1. Kerusakan Telinga Permanen

Penggunaan headset secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada telinga. Hal ini dikarenakan suara keras dari musik yang berasal dari earphone yang dimiliki. Selain itu, frekuensi pemakaian yang terlalu lama juga dapat menimbulkan kerusakan telinga permanen seperti pecahnya gendang telinga yang dapat menurunkan pendengaran kita bahkan dapat menyebabkan tuli.

  1. Kehilangan Pendengaran di Usia Muda

Banyak orang yang menikmati musik dengan menggeber headset atau earphone mereka hingga volume maksimal. Jika hal ini dilakukan semenjak masih muda, maka potensi kehilangan pendengaran dini akan semakin cepat terjadi.

Ada baiknya Fenomen memberikan jeda beberapa waktu supaya telinga Anda bisa terbiasa kembali dengan keadaan default. Jika tidak, ketegangan telinga akibat musik keras akan terus berlangsung sehingga dapat menimbulkan kerusakan telinga permanen.

  1. Ambang Pendengaran Penggunaan

Headset atau earphone yang berlebih juga dapat mempengaruhi ambang pendengaran kita. Jika di saat biasa Anda dapat mendengar suatu hal dari jarak yang cukup jauh, namun dengan berubahnya ambang pendengaran, maka Anda hanya bisa mendengar suara dengan jelas ketika jaraknya sudah cukup dekat.

  1. Kerusakan Otak

Earphone atau headset yang digunakan juga ternyata memancarkan gelombang elektromagnetik tersendiri. Hal ini diyakini dapat memicu kerusakan otak dikarenakan oleh radiasi dari headset atau earphone itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan percobaan pada tikus dan tumbuhan.

Otak tikus terpengaruh oleh gelombang radiasi ini yang mengakibatkan kerusakan pada otak tikus. Sedangkan pada tumbuhan, perlahan layu dikarenakan paparan musik keras yang menerpa selama beberapa hari.

Lain dengan yang diberikan perlakuan dengan memainkan musik lembut. Tanaman akan semakin cepat tumbuh dikarenakan adanya stimulasi positif dari musik yang lembut.

  1. Infeksi Telinga

Penggunaan Earphone in Ear Monitor (IEM) memiliki resiko tinggi utnuk membuat telinga terinfeksi. Hal ini dikarenakan oleh mekanisme penggunaan earphone yang masuk ke dalam rongga telinga. Jika earphone yang digunakan tidak bersih, maka potensi terjadi radang pada rongga telinga semakin besar.

Memang penggunaan IEM ini sangat nyaman dan juga membuat suara yang dihasilkan oleh earphone terdengar sangat jelas. Ada baiknya nda tidak meminjamkan IEM Anda ke orang lain. Ditakutkan bakteri yang ada di telinga ikut berpindah ke earphone Anda.

Jika sudah terkena infeksi, maka telinga akan terasa gatal, dan dapat mengurangi pendengaran Anda. (FMZ/PM)

Comments
Loading...