Benarkah Orgasme Kaum Wanita Memperbesar Kemungkinan Hamil?

berikut ini penjelasan menurut seorang ahli kandungan

FENOMAGZ – Kenapa pria orgasme, secara ilmiah, sudah tidak ada akan ditanyakan lagi tujuannya. Pria harus orgasme agar dapat bereproduksi. Tapi, bagaimana dengan orgasme kaum wanita? Hal ini masih menjadi misteri.

Baca juga: Tips Efektif Membuat Wanita Nyaman Bicara Nakal Saat Seks

Tentu saja, orgasme wanita memberikan kepuasan dan kenikmatan. Tapi, apakah perlu wanita mencapai klimaks untuk bisa hamil?

Tidak. Banyak pasangan berhasil hamil tanpa pihak wanita lebih dulu orgasme. Namun, beberapa riset menemukan, orgasme wanita ternyata meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Hipotesis penyedotan (upsuck hypothesis) pertama kali ditemukan pada awal abad ke-19. Hipotesis mengatakan, seiring wanita mencapai orgasme, otot uterinnya akan berfungsi seperti penyedot (vacuum) yang akan menarik sperma dan membantu perjalanan mereka dalam vagina.

“Ketika seorang wanita orgasme, kontraksi otot yang kuat membantu sperma berenang di serviks dan uterus, menempatkan mereka di tuba falopi, tempat pembuahan terjadi,” jelas Sherry Ross, MD, dokter kandungan.

Tapi, Dr. Ross juga mengatakan teori ini kontroversial, dan riset terbaru mengatakan teori ini masih belum teruji.

Satu studi menemukan, ketika wanita mencapai orgasme satu menit atau 45 menit setelah pasangannya ejakulasi, sperma akan bertahan lebih banyak dibanding jika wanita tidak orgasme.

Sementara, studi lain menyimpulkan, hanya sedikit atau malah sama sekali tidak ada peran orgasme wanita dalam memindahkan spermatozoa dalam koitus alami manusia.

Dan studi besar ketiga menemukan, jika fokus pada lama hubungan dan seberapa sering pasangan berhubungan seks, hal itu akan menyingkirkan hubungan antara orgasme dengan jumlah anak yang dimiliki pasangan. (fmz/bb)

Comments
Loading...