advertisement

Benarkah Tubuh Manusia Dirancang Untuk Menanggapi Sebuah Rangsangan?

berikut ini penjelasan benar atau tidak tubuh manusia dirancung untuk menanggapi rangsangan

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Tubuh kita pada dasarnya dirancang sedemikian rupa untuk bereaksi terhadap rangsangan, baik sentuhan maupun tekanan. Rangsangan tidak selalu dapat dikendalikan. Alat kelamin manusia sangat sensitif begitu pula dengan daerah di sekitar anus tapi kita juga bisa sangat sensitif saat disentuh di bagian tubuh lain di luar wilayah intim yang selalu dikaitkan dengan gairah seksual, yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Baca juga: 5 Jenis Kelainan Seksual Yang Harus Anda Ketahui

Kebanyakan dari kita pernah mengalami pengalaman gairah yang tidak diinginkan atau disengaja. Misalnya, getaran dari mengendarai bus umum atau saat memangku kucing yang mendengkur. Mungkin, perbandingan yang lebih umum adalah kelitikan. Gelitikan bisa menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan.

Tapi, saat dilakukan melawan keinginan orang tersebut, kelitikan bisa menjadi suatu yang tidak nyaman. Selama mengalami kelitikan, terlepas dari seruan minta tolong dan berhenti, ia akan terus tertawa geli. Mereka tidak bisa membendung reaksi dari rangsangan tersebut.

Jika kekerasan seksual melibatkan beberapa bentuk sentuhan anal atau penetrasi, umum bagi tubuh untuk merespon dengan menunjukkan ciri gairah, seperti ereksi dan/atau ejakulasi, atau vagina basah. Kesadaran juga tidak diperlukan untuk orgasme. Baik pria maupun wanita bisa mengalami orgasme saat tidur. Ini karena organ seksual dan titik-titik rawan rangsangan Anda tidak memiliki otak. Tubuh secara otomatis menanggapi stimulasi dengan cara yang sudah diatur sedemikian rupa dari sinyal yang dikirim kelompok ujung saraf di area yang distimulasi tersebut.

Selain terhadap stimulasi fisik, rangsangan juga bisa menanggapai rasa takut. Ciri ketakutan dan gairah secara fisik sangatlah mirip, misalnya peningkatan denyut jantung, napas cepat dan dangkal, juga peningkatan kewaspadaan. Kombinasi rasa takut, gairah, dan sentuhan fisik dapat mencampuradukkan reaksi tubuh. (fmz/bb)

Comments
Loading...