Benarkah Wanita Rusia Dihimbau Untuk Tidak Bercinta dengan Suporter Piala Dunia?

berikut ini penjelasan dari juru bicara Vladimir Putin

FENOMAGZ – Vladimir Putin, melalui juru bicaranya, mengutarakan pendapat seputar independensi dan konsekuensi perempuan Rusia untuk bercinta dengan para turis asing yang melancong ke Negeri Beruang Merah sepanjang pagelaran Piala Dunia 2018.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Pria Berambut Merah Jago Berhubungan Seks

Pendapat yang diutarakan oleh Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov, tampak ditujukan untuk membantah imbauan dari Anggota Senat Rusia Bidang Urusan Keluarga, Perempuan dan Anak-Anak, Tamara Pletnyova.

Pletnyova sebelumnya mengimbau agar perempuan Rusia “tidak seharusnya berhubungan seks dengan penonton  sepak bola dari negara lain sepanjang di Piala Dunia, karena Anda akan ‘menderita’ sebagai orang tua tunggal nantinya”.

Ia juga khawatir, seks bebas dengan turis asing akan mengakibatkan para perempuan Rusia melahirkan dan membesarkan anak ras campuran nantinya. Menurut Pletnyova, anak ras campuran di Rusia “telah menderita sejak era Uni Soviet”, ujarnya menggambarkan diskriminasi sosial yang dialami mereka.

Dalam sebuah komentar terpisah yang tampak ditujukan untuk merespons imbauan tersebut, juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengutarakan pernyataan yang menepis kekhawatiran Pletnyova.

Mengawali komentarnya, Peskov mengatakan, “Semua negara menuduh negara lain atas sikap rasisme dan homofobia.”

“Semua itu tidak ada hubungannya dengan Piala Dunia. Sedangkan untuk para perempuan Rusia, mereka bisa mengatasi semua hal dengan sendirinya,” lanjut Peskov.

Komentar Pletnyova yang memperingatkan bahwa “perempuan Rusia bisa berakhir membesarkan anak-anak ras campuran” mengacu pada istilah ‘Anak-Anak Olimpiade Moskow 1980’.

Istilah itu digunakan selama era Uni Soviet untuk mengkategorikan anak-anak non-Kaukasian yang dikandung oleh perempuan Rusia usai berhubungan seks dengan turis mancanegara dari Afrika, Amerika Latin, atau Asia. Menurut beberapa laporan, banyak di antara anak-anak ras campuran itu menghadapi diskriminasi sosial di Soviet, bahkan, di Rusia Abad ke-21.

Sementara itu, Pletnyova juga memperingatkan bahwa anak-anak ras campuran itu dapat ‘direbut oleh orang-orang Barat’. Dan oleh karenanya, ia mendesak agar perempuan Rusia berhubungan seks dengan, dan mengandung anak dari pria Rusia sendiri. (fmz/bb)

Comments
Loading...