advertisement

Berikut Ini Mengapa Kita Tidak Boleh Pergi Tidur Dalam Keadaan Emosi

berikut ini penjelasan mengapa kita tidak boleh tidur jika sedang emosi

judi

FENOMAGZ – Ketika patah hati ditinggalkan pasangan atau bertengkar besar dengan orang tua, dunia terasa runtuh luluh lantak. Menangis seharusnya baik untuk Anda membuat kita merasa lebih enakan karena air mata membilas racun yang menumpuk selama Anda stres berat. Dan pada akhirnya, menangis dapat meningkatkan suasana hati Anda dengan melepaskan hormon kebahagian.

Baca juga: Posisi Seks Yang Aman Bagi Pria Dengan Cedera Saraf Tulang Belakang

Kemampuan mengubur ingatan negatif adalah kunci utama dan bagian penting dari kesejahteraan mental. Dengan mengolah informasi dan menyimpannya dalam jangka panjang, hal ini membantu kita untuk belajar dari kesalahan dan menghindari terlalu lama terperangkap dalam penyesalan.

Pasalnya, dalam keadaan sadar, otak dapat menekan memori secara aktif dengan berusaha melupakannya saat itu juga sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk mengingat memori yang menjengkelkan.

Ketika orang mencoba untuk menekan kenangan buruk, ada kenaikan aliran darah ke hippocampus area otak terkait dengan pembentukan memori baru. Tapi setelah melihat scan MRI dari para partisipan, peneliti menemukan bahwa setelah tidur saat emosian, aktivitas aliran darah justru membelok menuju neokorteks jadi memicu otak untuk mencampuradukkan sisi emosi dan nilai informasi mentah dari kenangan tersebut.

Penelitian mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa kenangan buruk telah diatur ulang untuk berpindah dari daerah sementara di hippocampus menuju markas penyimpanan ingatan jangka panjang di korteks, yang membuat kenangan buruk lebih sulit untuk dilupakan setelah bangun tidur malam yang diselimuti perasaan negatif. (fmz/bb)

Comments
Loading...