Ini dia Dampak Polusi Udara Terhadap Kualitas Sperma dan Kesuburan Pria!

ini penjelasan mengapa polusi udara berdampak pada kualitas sperma

FENOMAGZ – Saat sedang membicirakan tentang kualitas sperma, akan ada 3 faktor yang menjadi perhatian yaitu tentang jumlah sperma, bentuk sperma, dan gerakan sper, jika terdapat satu saja kelainan dari ketiga faktor tersebut, maka risiko pria untuk tidak subur atau mandul dapat meningkat. sel sperma akan membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh dan matang, sehingga kualitas sperma yang buruk dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

Baca juga: Ini Dia Prosedur Tes Kesuburan Yang Bisa Dilakukan Sebelum Menikah!

Lantas, apa hubungannya dengan polusi udara yang menemani keseharian Anda? Banyak! Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat mengakibatkan jumlah sperma menurun drastis. Pasalnya, testis tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin daripada bagian tubuh yang lain. Jika suhu testis naik hingga mencapai lebih dari 37˚C, produksi sperma bisa terganggu. Pemanasan iklim alias global warming adalah dampak polusi udara yang tidak terbantahkan.

advertisement

Peningkatan suhu lingkungan inilah yang memungkinkan testis Anda terperangkap dalam panas berlebih, ditambah dengan kebiasaan lainnya yang mungkin Anda lakukan. Misalnya, menggunakan celana yang ketat atau duduk terlalu lama di tempat yang panas, misalnya saat menyetir bis atau truk. Stres emosional saat menghadapi kerasnya jalanan juga ikut memengaruhi kualitas sperma, karena tingginya hormon kortisol dapat mengganggu hormon-hormon yang bertanggung jawab terhadap kesuburan Anda

Selain itu, asap knalpot, asap rokok, asap cerobong pabrik, hingga debu jalanan banyak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan, termasuk bagi sistem reproduksi pria. Ambil contoh timbal, kadmium, dan merkuri. Ketika masuk ke dalam tubuh, sejumlah senyawa kimia toksik ini menimbulkan reaksi stres oksidatif dan radikal bebas yang dapat mengganggu komposisi DNA, protein, dan membran lemak dari sel sperma sehingga mengacaukan bentuk sperma.

Selain mengurangi jumlah dan mengacaukan bentuk sperma, dampak polusi udara lama kelamaan juga mengganggu pergerakan atau motilitas sperma. Padahal, sel sperma harus aktif dan cepat bergerak agar dapat membuahi sel telur perempuan pada masa suburnya. (fmz/bb)

advertisement

Comments
Loading...