advertisement

Kenapa ‘Cupang’ Dapat Membuat Kulit Menjadi Memar? Ini Penjelasannya!

berikut ini penjelasan mengapa cupang dapat membuat kulit memar

judi

FENOMAGZ – Terkadang Anda dan pasangan terlalu asik saat melakukan kontak fisik, hingga lupa ada akibat yang sedikit membuat Anda bingung, misalnya saja saat berciuman. Ciuman bisa dilakukan di bibir, wajah, leher, bahkan di sekujur tubuh Anda.

Baca juga: 5 Teknik Seks Oral Yang Tepat Untuk Memuaskan Pasangan

Namun, ciuman yang terlalu intens dan bergairah ini terkadang meninggalkan tanda ciuman atau yang dikenal dengan sebutan cupang. Hal ini bisa menganggu penampilan dan membuat Anda malu. Jangan khawatir, ada banyak cara menghilangkan cupang yang cukup mudah.

Melakukan kontak fisik yang terlalu bergairah memang sah-sah saja untuk Anda lakukan, hanya saja sebaiknya jangan meninggalkan bekas. Meski hal ini terkesan sepela, tapi ternyata bekas ciuman ini bisa membuat Anda malu. Bayangkan saja ketika Anda harus bertemu klien yang penting, tapi ada bekas ciuman di leher Anda. Bisa saja klien Anda akan memiliki pikiran yang tidak baik tentang Anda karena bekas ciuman itu.

Bekas ciuman bisa saja membuat kulit menjadi memar. Biasanya, bekas ciuman yang dikenal dengan istilah cupang itu berwarna kehitaman, biru, atau merah. Memar terjadi diakibatkan pecahnya pembuluh darah dekat kulit Anda, dan warna cupang tersebut adalah darah yang terperangkap pada jaringan di bawah kulit. Perlahan-lahan warna tersebut akan menghilang jika memar sudah berangsur sembuh.

Secara umum, bekas ciuman akan lebih mudah muncul seiring bertambahnya usia. Ketika Anda beranjak tua, kulit Anda pun menjadi lebih tipis dan kehilangan beberapa lapisan lemak pelindung. Padahal, jaringan lemak itu bisa membantu Anda dalam mengatasi cedera, seperti halnya memar. Selain itu, wanita lebih mudah mengalami memar akibat ciuman dibanding pria. (fmz/bb)

Comments
Loading...